SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Stasiun Tuntang Semarang menghadirkan wajah baru pariwisata berbasis heritage dengan mengusung konsep ala Korea.
Wajah baru tersebut adalah dengan dihadirkannya wisata perahu di dermaga Stasiun Tuntang.
Konsep ala Korea ini menghadirkan pengalaman menarik dalam menyusuri perairan rawa pening dengan nuansa estetik dan romantis.
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui program CSR dan PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) selaku pengelola kawasan Stasiun Tuntang.
Wisata perahu ini dihadirkan untuk menarik minat wisatawan lokal, luar kota, hingga wisatawan mancanegara, sekaligus memperkuat posisi Stasiun Tuntang sebagai stasiun heritage bersejarah yang patut dibanggakan dan menjadi saksi penting perjalanan sejarah perkeretaapian dan kebangsaan Indonesia.
Kehadiran wisata perahu ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan heritage melalui konsep wisata kreatif dan berkelanjutan.
“Stasiun Tuntang bukan hanya stasiun kereta tetapi juga situs sejarah nasional,” ujar VP Corporate Secretary KAI Wisata Otnial Eko Pamiarso dalam keterangan resminya, Kamis (15/01/26).
Hadirnya wisata perahu melalui dukungan CSR KAI (Persero) dan pengelolaan oleh KAI Wisata ini sebagai simbol sinergi induk dan anak perusahaan untuk mengangkat nilai sejarah menjadi pengalaman wisata yang menarik, edukatif, dan bernilai ekonomi.
Konsep perahu ala Korea dipilih untuk memberikan sentuhan visual dan pengalaman yang unik sehingga mampu menarik generasi muda dan wisatawan internasional yang menyukai wisata berbasis budaya dan fotografi.
“wisata perahu di Dermaga Stasiun Tuntang menjadi bagian dari strategi experience-based tourism yang kini semakin diminati,” kata Corporate Branding & Communication KAI Wisata Riesta Junianti.
KAI Wisata ingin menjadikan Stasiun Tuntang sebagai destinasi heritage yang hidup bukan hanya dilihat tetapi juga dirasakan.
Wisata perahu ini menghadirkan pengalaman yang instagramable, romantis, sekaligus sarat makna sejarah, sehingga dapat menarik wisatawan lokal hingga mancanegara.
Kehadiran wahana ini juga memperkuat storytelling Stasiun Tuntang sebagai saksi sejarah transportasi dan perjalanan bangsa, sekaligus membuka peluang promosi pariwisata Jawa Tengah ke tingkat internasional.
Kegiatan perahu ini dibuka mulai pukul 9 pagi sampai jam 4 sore dengan tarif Rp15.000 durasi 20 menit membawa penumpang berkapasitas 5 orang.
Dengan hadirnya wisata perahu ini kawasan Stasiun Tuntang semakin lengkap sebagai destinasi wisata terpadu yang menggabungkan heritage, edukasi, dan rekreasi.
Pengunjung dapat menikmati suasana stasiun bersejarah sekaligus menjelajahi kawasan perairan rawa pening di sekitarnya dengan nuansa khas yang berbeda dari destinasi lain.
“KAI Wisata bersama KAI (Persero) berharap inisiatif ini dapat menjadi magnet baru pariwisata meningkatkan kunjungan, serta menguatkan citra Stasiun Tuntang sebagai ikon heritage nasional yang membanggakan Indonesia di mata dunia,” pungkas Otnial.(**)






