Inovasi GENDHIS Karya Mahasiswa Umsura Bantu Pasien Diabetes Pantau Gula Darah

  • Whatsapp
Img 20260115 Wa0030

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK Umsura) menciptakan GENDHIS (Glucose Easy Non-Invasive Daily Checker and Insight System) atau sistem pemantauan kadar glukosa darah.

GENDHIS berbasis aplikasi mobile yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) ini dikembangkan 4 mahasiswa FK Umsura, yakni Indra Bayu Suta, Nabila Sarah Shafira, Aurellya Shafa Helsana, dan Mochamad Reza Irmansyah dengan bimbingan Dr. dr. Nurma Yuliyanasari, M.Si dan dr. Detti Nur Irawati, Sp.PD-FINASIM.

Bacaan Lainnya

Anggota tim, Nabila Sarah Shafira mengatakan, GENDHIS dikembangkan untuk menjawab tantangan kepatuhan pasien diabetes dalam melakukan pemantauan rutin.

Foto
Foto

Menurut Nabila, banyak pasien masih kesulitan melakukan kontrol harian karena metode pemeriksaan yang tidak praktis dan minimnya sistem pencatatan yang terintegrasi.

“GENDHIS kami rancang agar pasien bisa memantau kadar glukosa secara real-time melalui ponsel. Harapannya, pasien lebih sadar terhadap kondisi kesehatannya dan tidak menunda kontrol karena prosesnya dibuat sederhana dan nyaman,” terang Nabila, Kamis (15/01/26).

Nabila juga menjelaskan, bahwa aplikasi GENDHIS tidak hanya menampilkan angka glukosa, tetapi juga menyajikan grafik tren, pengingat obat, serta fitur edukasi yang membantu pengguna memahami kondisi tubuhnya.

Dengan cara ini, GENDHIS diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku menuju manajemen diabetes yang lebih disiplin dan berkelanjutan.

Sementara itu, dosen pembimbing, dr Nurma, menilai GENDHIS sebagai bentuk inovasi kesehatan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Menurutnya, integrasi antara teknologi medis dan aplikasi berbasis IoT menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya untuk penyakit kronis seperti diabetes.

“GENDHIS dikembangkan dengan pendekatan patient-centered care. Aplikasi ini memudahkan pasien, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan keluarga dan tenaga medis melalui data yang terdokumentasi dengan baik dan aman,” jelas dr. Nurma.

Nurma menambahkan, keunggulan GENDHIS terletak pada kemampuannya menghubungkan perangkat sensor glukosa dengan aplikasi melalui sistem nirkabel berbasis IoT.

Data hasil pemeriksaan dapat dikirim dan ditampilkan secara real-time, sehingga memungkinkan deteksi dini serta pengambilan keputusan medis yang lebih cepat.

“Inovasi seperti ini penting untuk menjawab tantangan tingginya angka diabetes di Indonesia. Harapannya, GENDHIS tidak berhenti sebagai produk inovasi kampus, tetapi bisa terus dikembangkan hingga memiliki dampak nyata di masyarakat,” jelasnya lagi.

Melalui inovasi ini, tim berharap GENDHIS dapat menjadi solusi digital yang membantu pasien diabetes menjalani pemantauan kesehatan secara mandiri, modern, dan berkelanjutan.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *