Edukasi Masyarakat, Trauma Center RS Ubaya Berbagi Ilmu Cara Menolong Korban Lakalantas

  • Whatsapp
Img 20260115 Wa0032

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Trauma Center Rumah Sakit Ubaya (RS Ubaya) memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).

Dokter spesialis emergency medicine dari Trauma Center RS Ubaya dr Abraham Sebastian Sp.EM., mengatakan masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi kecelakaan memiliki peran penting dalam menyelamatkan nyawa korban.

Bacaan Lainnya

“Pertolongan pertama bisa dilakukan oleh siapa saja, asalkan dilakukan dengan cara yang benar dan aman,” kata dr Abraham, Kamis (15/01/26).

Dijelaskan dr Abraham, langkah pertama yang harus dilakukan penolong adalah memastikan keamanan diri sendiri.

Arus lalu lintas harus diamankan terlebih dahulu jika korban berada di tengah jalan. Penggunaan sarung tangan medis juga dianjurkan, terutama bila terdapat darah.

Langkah berikutnya, penolong diminta segera menghubungi layanan darurat, baik melalui SPGDT RS Ubaya di nomor 031-9211500 maupun layanan darurat 112 milik Pemkot Surabaya.

“Saat menghubungi ambulans, sampaikan informasi penting seperti jumlah korban, lokasi kejadian, usia perkiraan korban, jenis cedera, dan tingkat kesadarannya,” jelas Abraham lagi.

Abraham juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan minum atau memindahkan korban secara sembarangan.

“Apabila korban harus dipindahkan, tulang belakang, terutama bagian leher, harus diamankan untuk mencegah cedera bertambah parah,” ujarnya.

Kemudian ketika terjadi perdarahan, penolong dapat melakukan bebat tekan langsung di lokasi luka. Apabila perdarahan tidak berhenti, pemasangan tourniquet di atas sumber perdarahan diperbolehkan.

“Sementara itu, apabila korban tidak sadar, penolong perlu memeriksa respons dengan memanggil dan menepuk bahu korban,” tambah Abraham.

Apabila korban tidak bernapas atau napas tersengal-sengal, penolong dapat melakukan resusitasi jantung paru (RJP).

“Ketika petugas medis tiba, seluruh tindakan yang sudah dilakukan harus disampaikan agar penanganan bisa berlanjut dengan tepat,” jelasnya lagi.

Abraham menambahkan, Trauma Center RS Ubaya merupakan pusat penanganan cedera yang mampu melakukan tindakan pembedahan darurat atau operasi cito demi menyelamatkan nyawa pasien.

“Trauma center menuntut kesiapsiagaan dokter spesialis dan subspesialis selama 24 jam,” tuturnya.

Trauma Center RS Ubaya menjadi salah satu layanan unggulan yang memberikan penanganan cepat, terpadu, dan komprehensif bagi pasien trauma, mulai dari kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, jatuh, cedera olahraga, hingga kekerasan.

Layanan Trauma Center RS Ubaya ini didukung tim medis multidisiplin serta fasilitas penunjang 24 jam seperti MRI 1.5 Tesla, CT Scan 128 slice, kamar operasi, laboratorium, dan intensive care, guna memastikan pasien mendapatkan penanganan optimal sejak menit pertama.

Data Jasa Raharja mencatat, jumlah kejadian kecelakaan turun 7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, sementara total korban naik 9 persen.

Artinya, jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia menurun, namun jumlah korban justru meningkat.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *