Sidoarjo – Nusantaraabadinews.cm
Upaya mewujudkan visi Indonesia Menuju Sehat terus diperkuat melalui penataan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di fasilitas pelayanan kesehatan. Pengelolaan limbah medis yang sesuai standar dinilai menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus kelestarian lingkungan.
Sejalan dengan komitmen tersebut, PT Sagraha Satya Sawahita bersama PT IPAL Andre Raja Nusantara menghadirkan layanan pembuatan maupun perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) pengelolaan limbah B3 serta layanan pembuatan IPAL bagi rumah sakit, klinik, dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Perwakilan vendor, dr. Andre Yulius, menegaskan bahwa pengelolaan limbah B3 dan IPAL tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif semata, melainkan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dunia kesehatan terhadap masyarakat luas.
“Pengelolaan limbah medis yang benar merupakan fondasi penting dalam membangun sistem kesehatan yang aman dan berkelanjutan. Hal ini berkaitan langsung dengan perlindungan lingkungan serta kesehatan publik,” ujar dr. Andre Yulius.
Ia menjelaskan, proses pembuatan maupun perpanjangan MoU B3 dapat dilakukan melalui organisasi profesi masing-masing, koordinator, ataupun secara langsung kepada pihak vendor. Skema tersebut dihadirkan untuk mempermudah fasilitas kesehatan dalam memenuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Bagi fasilitas kesehatan atau pihak terkait yang membutuhkan informasi lebih lanjut, layanan konsultasi dapat dilakukan secara langsung melalui WhatsApp dr. Andre Yulius di nomor 0812-3131-7738.
Dengan kemudahan akses layanan serta koordinasi yang terintegrasi, diharapkan tingkat kepatuhan fasilitas kesehatan terhadap pengelolaan limbah medis semakin meningkat. Hal ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam mendukung terwujudnya Indonesia yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.(TiaHerda)






