SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), menandatangani dokumen kerja sama pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Energi Terbarukan dengan Pemerintah Swiss.
Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatanganj melalui Team Leader Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD), Dian Elvira Rosa, berbarengan dengan peluncuran Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD) Fase 2.
Selain PENS, dalam proyek ini juga melibatkan 9 Politeknik lainnya di Indonesia. Penandatanganan kerjasama yang dilaksanakan
di Ballroom Mandarin Oriental Jakarta ini, disaksikan langsung Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste dan ASEAN, Olivier Zehnder, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Khoirul Munadi.
Direktur PENS Arif Irwansyah mengatakan bentuk implementasi kerja sama yang akan dilaksanakan ke depan dengan Pemerintah Swiss berkaitan dengan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Sarjana Terapan terampil di bidang Renewable Energy.
“Kontribusi PENS menyiapkan program studi yang mengakomodasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dengan konsentrasi Energi Terbarukan. Selain itu kami juga perlu menyiapkan sarananya seperti laboratorium, bahan ajar dan tentunya SDM Dosen yang berkompeten sehingga menghasilkan luaran, lulusan Sarjana Terapan Unggul bidang Konsentrasi Energi Terbarukan,” terang Arif.
Arif menambahkan jika kerja sama ini memiliki nilai strategis ke depannya. Sejalan dengan arahan pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi.
Nilai kerja sama ini sekitar Rp3 Miliar. Sebanyak Rp2 Miliar dana Pemerintah Swiss dan Rp1 Miliar dari Kemendiktisaintek, berupa dana revitalisasi laboratorium.
Bantuan dana kerja sama ini akan diserahkan dalam bentuk Penyiapan Laboratorium beserta peralatannya, kegiatan workshop serta kegiatan penyiapan kompetensi SDM Dosen yang kompeten.
Implementasi program direncanakan berlangsung secara multiyear pada 2026 hingga 2028.
Kerja sama ini akan menjadi langkah lanjutan penguatan sektor energi yang pastinya membawa dampak positif bagi pengembangan PENS ke depannya.
Seperti diketahui, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) yang bekerja sama dengan Swiss State for Secretariat for Economic Affairs SECO melalui Renewable Energy Skills Development (RESD) Project berupaya mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung transisi energi Indonesia menuju Net Zero Emission 2060.
Proyek RESD ini telah berjalan sejak Desember 2020 dan kini telah memasuki pelaksanaan tahap kedua dengan penandatanganan Pengaturan Proyek RESD Fase 2 antara BPSDM ESDM dan SECO pada 2 Oktober 2025.(**)






