SIDOARJO, Nusantaraabadinews.com – Penurunan angka stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh akar persoalan, salah satunya kondisi ekonomi keluarga. Penguatan ekonomi keluarga dinilai menjadi faktor strategis dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi, kesehatan, serta pola asuh anak secara optimal.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Seminar dan Silaturahmi Warga Jaya Indonesia (WJI) dan Warga Bumiputera Indonesia (WBI) Jawa Timur, yang digelar di Hotel Halogen Juanda, Sidoarjo, Minggu (1/2/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Dr. dr. Benjamin, selaku Pembina WJI dan WBI Jawa Timur sekaligus Anggota DPRD Tingkat I Provinsi Jawa Timur, yang juga bertindak sebagai narasumber utama serta tuan rumah kegiatan.
Dalam pemaparannya, Dr. dr. Benjamin menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan multidimensi yang tidak bisa diselesaikan secara parsial.
“Kesehatan anak sangat erat kaitannya dengan kondisi ekonomi keluarga. Ketika ekonomi keluarga kuat, maka pemenuhan gizi, akses layanan kesehatan, sanitasi lingkungan, hingga pola asuh anak dapat berjalan dengan lebih baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keluarga dengan tingkat pendapatan yang memadai memiliki kemampuan lebih besar untuk menyediakan makanan bergizi seimbang, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Selain itu, keluarga juga lebih mampu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin serta menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan tempat tinggal.


Menurutnya, pencegahan stunting tidak cukup hanya mengandalkan intervensi medis atau program kesehatan semata, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kemandirian dan ketahanan ekonomi keluarga.
“Pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan usaha mikro, pelatihan keterampilan, pemanfaatan potensi lokal, serta pengelolaan keuangan keluarga yang bijak merupakan langkah nyata dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas,” tambahnya.
Lebih lanjut disampaikan, peningkatan ekonomi keluarga juga berdampak langsung terhadap perbaikan pola asuh dan pendidikan anak. Orang tua dengan kestabilan ekonomi cenderung memiliki kapasitas lebih besar untuk mencurahkan perhatian, waktu, dan sumber daya dalam mendukung perkembangan fisik, mental, dan emosional anak.
Melalui kegiatan ini, WJI dan WBI Jawa Timur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memahami bahwa penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar program peningkatan ekonomi keluarga dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dengan penguatan ekonomi keluarga sebagai bagian integral dari strategi penurunan stunting, diharapkan dapat terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi masa depan yang lebih baik (Abie)






