Merayakan Imlek Penuh Makna di NSA Surabaya: Dari Dumpling, Ronde, hingga Harmoni Seni Multikultural

  • Whatsapp
Img 20260203 Wa0054

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com — Perayaan Tahun Baru Imlek di Nation Star Academy (NSA) Surabaya tahun ini berlangsung hangat, meriah, dan sarat makna. Tidak sekadar menghadirkan kemeriahan visual, perayaan Imlek di lingkungan sekolah tersebut menjadi ruang pembelajaran budaya yang hidup, di mana tradisi, seni, dan nilai kebersamaan dirajut menjadi satu pengalaman berharga bagi seluruh siswa.

Perayaan Imlek di NSA diawali dengan pengenalan dua hidangan khas yang lekat dengan budaya Tiongkok, yakni dumpling (jiaozi) dan ronde. Dumpling dikenal sebagai simbol keberuntungan dan kelimpahan, sementara ronde melambangkan kehangatan keluarga serta kebersamaan yang utuh. Menariknya, kedua hidangan ini juga telah bertransformasi dan menyatu dalam khazanah kuliner Indonesia, menandai proses akulturasi budaya yang telah berlangsung lama.
Dalam tradisi Tiongkok, ronde atau tangyuan memiliki makna khusus dan disantap pada momen tertentu.

Img 20260203 Wa0059Hidangan ini biasa dinikmati dua kali dalam setahun, yakni sekitar tanggal 20 Desember sebagai penanda datangnya musim dingin, serta pada hari ke-15 setelah perayaan Imlek. Filosofi bulatan ronde melambangkan keutuhan, persatuan, dan doa akan kehidupan yang harmonis.
Namun, perayaan Imlek di NSA tidak berhenti pada cita rasa dan simbol makanan.

Perayaan ini bergerak, bersuara, dan “bernapas” melalui berbagai penampilan seni yang dibawakan oleh para siswa. Satu per satu, mereka menghadirkan cerita dan makna dalam beragam bahasa seni yang memikat.

Img 20260203 Wa0056Img 20260203 Wa0055Rangkaian pertunjukan dibuka dengan penampilan Wushu yang tegas namun tetap luwes. Gerakan yang penuh disiplin dan kekuatan tersebut mencerminkan semangat, ketangguhan, serta keseimbangan antara fisik dan mental. Setelah itu, suasana bergeser menjadi lebih dinamis lewat modern dance yang enerjik, menjadi jembatan antara tradisi leluhur dan ekspresi kreatif generasi masa kini.

Harmoni musik turut mengisi perayaan tersebut. Nada-nada lembut dari guzheng berpadu indah dengan alunan biola dan violin, menghadirkan kolaborasi lintas budaya yang manis dan menenangkan. Petikan senar yang perlahan menciptakan suasana syahdu, seolah mengajak seluruh hadirin berhenti sejenak, menghayati momen, dan merasakan kedamaian dalam keberagaman.

Oppo 32

Img 20260203 Wa0064

Di tengah irama tambur yang menghentak dan gerakan dinamis barongsai, terselip nilai-nilai penting tentang kerja sama, keberanian, serta rasa hormat terhadap tradisi.

Antusiasme tampak jelas dari siswa-siswi yang menyaksikan pertunjukan, mulai dari jenjang preschool hingga SMA. Keceriaan semakin terasa saat anak-anak turut berpartisipasi dalam tradisi memasukkan angpao ke dalam mulut barongsai, simbol berbagi rezeki dan doa keberuntungan.

Melalui pertunjukan barongsai, penampilan seni, serta kebersamaan dalam suasana perayaan, para siswa diajak untuk memahami Imlek bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan tradisi yang sarat nilai. Di dalamnya terkandung harapan baru, doa untuk kebaikan, serta pentingnya kebersamaan keluarga dan komunitas.

Anak-anak dari berbagai latar belakang budaya belajar untuk saling menghargai, menikmati, dan merayakan perbedaan dengan rasa ingin tahu dan sukacita.

Perayaan ini menjadi ruang aman dan inklusif bagi mereka untuk mengenal budaya lain sekaligus memperkuat rasa empati dan toleransi.
Melalui perayaan Imlek ini, NSA Surabaya menegaskan perannya sebagai sekolah Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) yang berkomitmen mempersiapkan generasi masa depan. Tidak hanya unggul secara akademik dan siap bersaing di tingkat global, para siswa juga dibekali kemampuan untuk hidup berdampingan dalam dunia yang multikultural, dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, kemanusiaan, dan saling menghormati. (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *