SIDOARJO, Nusantaraabadinews.com – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Keluarga Besar Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Jawa Timur (MAKI Jatim) menyampaikan ucapan “Marhaban Ya Ramadan” kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Jawa Timur. Momentum penuh berkah ini dinilai bukan sekadar perayaan spiritual tahunan, tetapi juga saat yang tepat untuk melakukan refleksi mendalam, memperkuat moralitas, serta meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai integritas dan budaya antikorupsi, Rabu (18/2/2026).
Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua LSM MAKI Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur, Heru Satriyo, S.IP. Dalam keterangannya, Heru mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Ramadan sebagai ruang introspeksi diri sekaligus momentum pembenahan akhlak, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun dalam aktivitas sosial kemasyarakatan.
“Bulan suci telah tiba. Mari kita sambut Ramadan dengan hati yang lapang, jiwa yang tenang, serta niat yang tulus untuk memperbaiki diri. Ramadan adalah bulan pendidikan karakter, bulan penguatan integritas, dan bulan untuk meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai kejujuran,” ujarnya.
Menurut Heru, esensi Ramadan tidak hanya terletak pada peningkatan ibadah ritual seperti puasa, salat, dan sedekah, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berlandaskan kesederhanaan, pengendalian diri, tanggung jawab, dan kejujuran. Nilai-nilai tersebut, kata dia, sangat selaras dengan semangat perjuangan MAKI dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Sebagai organisasi masyarakat yang konsisten menyuarakan pemberantasan korupsi di Jawa Timur, MAKI Jatim menilai bahwa upaya membangun budaya antikorupsi harus dimulai dari kesadaran individu. Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen tersebut, karena di bulan ini setiap individu dilatih untuk menahan diri dari segala bentuk perilaku yang menyimpang, termasuk perbuatan yang merugikan kepentingan publik.
“Korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral. Ramadan mengajarkan kita untuk jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Jika nilai-nilai ini benar-benar dihayati, maka praktik korupsi dapat ditekan karena masyarakat memiliki kesadaran etis yang kuat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Heru menekankan bahwa pembaruan moral tidak cukup berhenti pada ranah pribadi. Semangat perubahan harus tercermin dalam perilaku kolektif di ruang publik, termasuk dalam pengelolaan anggaran, pelayanan publik, serta pengambilan kebijakan. Ia berharap Ramadan 1447 Hijriah dapat menjadi titik awal penguatan etika sosial dan transparansi di berbagai sektor kehidupan.
MAKI Jatim juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga elemen masyarakat sipil, dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari praktik korupsi. Kolaborasi yang solid dinilai sebagai kunci dalam mewujudkan tata kelola yang berkeadilan dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Dalam suasana penuh kebersamaan dan solidaritas, MAKI Jatim mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta menumbuhkan semangat gotong royong. Kepekaan sosial yang tumbuh selama Ramadan diharapkan tidak hanya bersifat temporer, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.
Menutup pernyataannya, keluarga besar MAKI Jawa Timur berharap Ramadan tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, dan memperkokoh persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Dengan semangat “Marhaban Ya Ramadan 1447 Hijriah”, MAKI Jatim optimistis nilai-nilai spiritual yang diperkuat selama bulan suci dapat menjadi fondasi kokoh dalam membangun Jawa Timur yang bersih, berintegritas, dan berkeadilan. (Abie)






