Pasar Ramadhan Menganti Permai 2026, Ketika Ekonomi Rakyat dan Kebersamaan Menyatu di Gresik

  • Whatsapp
IMG 20260224 WA0047

GRESIK, Nusantaraabadinews.com  — Mendung menggantung rendah di atas kawasan Perumahan Menganti Permai, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Selasa (24/2/2026). Namun langit yang redup itu justru latar yang dram

atis bagi sebuah peristiwa sosial yang hangat dan penuh makna: pembukaan Pasar Ramadhan Menganti Permai 2026.
Sejak sore hari, warga memadati Gapura Timur.

Langkah kaki mereka ringan, wajah-wajah mereka sumringah. Di antara aroma kolak, gorengan, dan es buah yang menguar, terdengar sapaan akrab yang bersahut-sahutan. Ramadan di tempat ini tidak hadir sebagai rutinitas tahunan semata, melainkan sebagai energi kolektif yang menyatukan hati dan menggerakkan harapan.

Pasar Ramadhan yang digagas Paguyuban UMKM RW 09 bersama Pengurus RW 09 ini menjelma menjadi lebih dari sekadar pusat jajanan berbuka. Ia adalah panggung kebersamaan, ruang silaturahmi lintas generasi, sekaligus denyut ekonomi rakyat yang berdetak nyata.

IMG 20260224 WA0045 IMG 20260224 WA0043Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Hadir mewakili Kapolsek Menganti, Abd Kholiq, Babinsa M. Abdul Wahib, Kepala Desa Hulakan Hamdani, unsur MAKI Jawa Timur, GRIB Jaya, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai elemen ini memperlihatkan bahwa kekuatan sosial tumbuh ketika masyarakat dan pemangku kepentingan berjalan seiring.

Sejak 24 Februari hingga 9 Maret 2026, Gapura Timur disulap menjadi episentrum ekonomi kerakyatan. Puluhan pelaku UMKM lokal membuka lapak-lapak sederhana yang tertata rapi. Aneka hidangan khas Ramadan tersaji menggoda selera: kue tradisional, lauk pauk siap santap, minuman segar, hingga produk kreatif hasil karya tangan-tangan terampil warga.

Lampu menyala menjelang senja, menciptakan lanskap visual yang hangat dan intim. Setiap transaksi bukan sekadar pertukaran uang dan barang, melainkan pertukaran kepercayaan dan harapan. Di sinilah ekonomi rakyat menemukan panggungnya tumbuh dari swadaya, berdiri di atas solidaritas.

IMG 20260224 WA0044Ketua RW 09, Riawan Syamsir, menegaskan bahwa Pasar Ramadhan 2026 menjadi tonggak penting bagi lingkungannya.

“Ini pertama kalinya Pasar Ramadhan digelar murni dari swadaya Paguyuban UMKM RW 09. Kolaborasi ini lahir dari semangat kebersamaan dan dukungan luar biasa warga,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Rey itu menyebut, pasar Ramadan bukan sekadar momentum musiman. Ia adalah langkah strategis membangun kemandirian ekonomi warga. Setiap sore, geliat jual beli menunjukkan daya tahan dan optimisme masyarakat. Lapak-lapak yang ramai menjadi bukti bahwa ketika komunitas bergerak bersama, roda ekonomi akan berputar dengan sendirinya.

Anak-anak tampak antusias memilih jajanan favorit mereka. Para orang tua berbincang sembari menenteng kantong belanja. Gelak tawa dan canda ringan mengisi ruang-ruang di antara deretan tenda. Momentum ini menghadirkan kembali nilai-nilai yang kerap tergerus kesibukan: kedekatan, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap lingkungan.

Yang menjadikan Pasar Ramadhan Menganti Permai 2026 kian istimewa adalah penyelenggaraan Festival Ekstrakurikuler SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Menganti. Panggung sederhana berdiri di tengah kawasan, tetapi energi yang terpancar darinya begitu besar. Tari tradisional, paduan suara, hingga pertunjukan seni modern dipentaskan dengan penuh percaya diri.

IMG 20260224 WA0054Sorak sorai dan tepuk tangan warga menggema, menjadi bahan bakar semangat bagi para pelajar. Festival ini bukan hanya hiburan menjelang berbuka, melainkan ruang pembinaan karakter, wadah aktualisasi, sekaligus simbol investasi sosial bagi masa depan generasi muda.

Ketua Panitia, Malikus Saleh, menegaskan bahwa seluruh kegiatan terlaksana berkat swadaya Paguyuban UMKM RW 09.

“Kami berharap ini menjadi pijakan untuk melejit, melesat membawa kemaslahatan dan keberkahan bagi UMKM warga Perumahan Menganti Permai,” katanya penuh keyakinan.

Pernyataan itu menggambarkan optimisme yang tumbuh dari akar rumput. Di tengah tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, masyarakat menunjukkan bahwa solusi bisa lahir dari solidaritas lokal. Pasar Ramadan ini menjadi contoh konkret bagaimana pemberdayaan dimulai dari lingkup terkecil lingkungan tempat tinggal.

IMG 20260224 WA0046Menjelang Magrib, suasana berubah khusyuk. Amin Syafi’i menutup pembukaan dengan doa, memohon agar kegiatan ini membawa manfaat dan keberlanjutan. Tak lama kemudian, adzan berkumandang. Warga berbuka bersama, sederhana namun sarat kebersamaan.

Senja di Gapura Timur hari itu bukan sekadar penanda waktu berbuka. Ia menjadi simbol kebangkitan bahwa dari tenda-tenda sederhana dan panggung kecil, lahir kekuatan besar bernama kebersamaan.

Pasar Ramadhan Menganti Permai 2026 adalah bukti bahwa ekonomi rakyat dapat tumbuh seiring dengan kuatnya nilai sosial. Di sinilah Ramadan menemukan makna terdalamnya: bukan hanya menahan lapar, tetapi menumbuhkan empati; bukan hanya berburu takjil, tetapi merawat solidaritas.

Dari Menganti, sebuah pesan mengalir jernih: ketika warga bersatu, harapan tidak pernah padam. Ia justru menyala lebih terang, bahkan di bawah langit yang mendung sekalipun. (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *