Waspada! Pakar IT Untag Surabaya Sebut Jelang Lebaran Marak Penipuan Lewat WA dan SMS

  • Whatsapp
IMG 20260308 WA0044

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Waspada! Menjelang lebaran modus penipuan melalui pesan WhatsApp maupun layanan pesan singkat (SMS) mulai
marak dan semakin beragam caranya.

Pakar Teknologi Informasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat M.Kom., Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA., mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan melalui nomor telepon seluler terutama menjelang Lebaran.

“Modus penipuan sekarang semakin kreatif. Pelaku sering membuat situasi seolah-olah darurat agar korban panik dan langsung mengikuti instruksi yang diberikan,” jelas Supangat, Minggu (08/03/26).

Terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri biasanya aktivitas transaksi digital dan komunikasi masyarakat meningkat sehingga kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan berbagai modus penipuan.

Menurutnya, banyak kasus penipuan terjadi karena korban terburu-buru merespons pesan tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Wakil Rektor II Untag Surabaya tersebut menyarankan masyarakat memanfaatkan aplikasi identifikasi nomor seperti GetContact atau Truecaller untuk mengecek identitas nomor pengirim.

Apabila nomor tersebut banyak ditandai sebagai penipu oleh pengguna lain, maka sebaiknya segera diblokir.

“Jangan pernah mengunduh file berformat apk atau mengklik link dari nomor yang tidak dikenal. Itu salah satu cara yang sering digunakan pelaku untuk mengambil alih perangkat atau data korban,” terang Supangat.

Supangat juga mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kerahasiaan data pribadi, seperti kode One Time Password (OTP), Personal Identification Number (PIN), maupun kata sandi akun.

Dikatakan Supangat, lembaga resmi seperti bank maupun perusahaan niaga elektronik (marketplace) tidak pernah meminta data rahasia tersebut melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan.

“Apabila ada pihak yang meminta OTP, PIN, atau password melalui pesan atau telepon, hampir dapat dipastikan itu adalah upaya penipuan,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *