SEMEDI NAPAK TILAS : Laku Hening, Laku Suci, Menelusuri Jejak Spiritual Nusantara

  • Whatsapp
IMG 20260719 WA0000

Surabaya, Nusantaraabadinews.com – Paguyuban Semedi Mukti Wibawa (PSMW) menyelenggarakan kegiatan Semedi Napak Tilas dengan tema “Laku Hening, Laku Suci, Menelusuri Jejak Spiritual Nusantara” pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan perjalanan spiritual dan budaya yang bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan leluhur sekaligus memperdalam nilai-nilai ketuhanan, kebijaksanaan, dan pelestarian budaya Nusantara.

Mengusung tema “Menelusuri Jejak Raja Airlangga”, peserta mengunjungi tiga situs bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan spiritual dan sejarah Kerajaan Kahuripan, yaitu:
Petirtaan Jolotundo, Mojokerto
Candi Belahan, Pasuruan
Arca Joko Dolog, Surabaya

IMG 20260719 WA0004 IMG 20260719 WA0006

Rangkaian kegiatan di setiap lokasi meliputi penyampaian materi sejarah dan kebudayaan, semedi suci, mandi suci (di lokasi yang diperkenankan), serta ramah tamah sebagai sarana mempererat persaudaraan antaranggota dan peserta.

Materi sejarah dan kebudayaan disampaikan oleh Khoirul Anam, S.H., yang juga bertindak sebagai pembina kegiatan. Melalui pemaparan tersebut, peserta diajak memahami nilai-nilai filosofis peninggalan Raja Airlangga, pentingnya pelestarian cagar budaya, serta makna spiritual yang terkandung di dalamnya.

Ketua Pelaksana, Excandra DM, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perjalanan mengunjungi situs bersejarah, melainkan sebuah laku batin untuk menumbuhkan keheningan, kesucian hati, serta memperkuat jati diri bangsa melalui penghayatan terhadap warisan budaya leluhur.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Semedi Mukti Wibawa, KNA Ragil H., S.Pd., berharap kegiatan Semedi Napak Tilas dapat menjadi agenda yang berkesinambungan sebagai wadah pembelajaran sejarah, penguatan spiritual, serta pelestarian nilai-nilai budaya Nusantara bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Paguyuban Semedi Mukti Wibawa mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan situs-situs cagar budaya sebagai warisan luhur bangsa, sekaligus menjadikannya sebagai media pembelajaran, perenungan, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Salam Rahayu.
Heneng – Hening – Henung.

(Teguh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *