SURABAYA, Nusantaraabadinews.com — Hangatnya semangat gotong royong terasa begitu kuat di Jl. Kendangsari Gang Lebar 143, Kelurahan Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, saat digelarnya Grand Opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Sabtu (28 Maret 2026).
Peresmian dapur SPPG ini menjadi tonggak penting dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi pelajar, balita, serta ibu hamil dan menyusui, dengan target hingga 3.000 porsi setiap hari di wilayah Surabaya.
Kehadiran SPPG yang dikelola oleh Yayasan Hamdalah Bin Dawood Jaya ini bukan sekadar menghadirkan layanan pangan, melainkan juga menjadi simbol lahirnya harapan baru akan generasi yang lebih sehat, kuat, dan cerdas. Lebih dari itu, program ini turut membangun ekosistem kepedulian sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.



Acara peresmian dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dua periode Hj. Laila Mufidah, S.Ag, Camat Tenggilis Mejoyo Wawan Windarto, S.Sos., M.M, Danramil Mayor Inf Zainudin, Lurah Kendangsari Tiara Melati, S.IP., M.KP, serta perwakilan Kapolsek melalui Bhabinkamtibmas. Kehadiran para pemangku wilayah ini menjadi bukti kuat bahwa pembangunan berbasis masyarakat hanya dapat terwujud melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam sambutannya, para tokoh menegaskan bahwa SPPG bukan hanya bangunan fisik semata, melainkan pusat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Dapur ini diharapkan menjadi ruang tumbuhnya nilai kebersamaan, solidaritas, serta kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Prosesi doa bersama dan pemotongan pita menjadi penanda resmi dimulainya operasional dapur SPPG Kendangsari. Namun lebih dari seremoni, momen ini menandai awal perjalanan panjang dalam menghadirkan pemenuhan gizi yang layak bagi masyarakat.
Saat ini, dapur SPPG Kendangsari dirancang mampu melayani hingga 3.000 penerima manfaat. Meski baru berjalan sekitar satu bulan, program ini telah menjangkau antara 1.000 hingga 1.700 penerima manfaat. Sasaran utamanya adalah anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui di wilayah Kendangsari dan sekitarnya.
Distribusi makanan bergizi telah menyasar sejumlah sekolah, seperti SDN Kendangsari dan SMP Dharma Wanita, dan akan terus diperluas secara bertahap. Setiap porsi yang dibagikan bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga bentuk nyata perhatian terhadap tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Dalam operasionalnya, kualitas menjadi prioritas utama. Pengawasan dilakukan secara rutin melalui koordinasi antara pengelola dapur, pihak kecamatan, serta Puskesmas setempat. Standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan dijaga ketat agar setiap hidangan benar-benar layak dikonsumsi.
Tak hanya itu, dapur SPPG juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sebanyak 83 persen tenaga kerja berasal dari warga lokal Kendangsari, membuka peluang kerja sekaligus menggerakkan roda perekonomian lingkungan.
Menariknya, program ini juga terbuka terhadap aspirasi penerima manfaat. Berbagai masukan dari anak-anak, seperti keinginan menu roti, kue, hingga variasi makanan lainnya, diterima sebagai bentuk kepercayaan sekaligus dorongan untuk terus berinovasi.
Koordinasi dengan ahli gizi terus dilakukan agar setiap menu tidak hanya lezat, tetapi juga memenuhi kebutuhan nutrisi yang seimbang. Prinsip yang dipegang pun sederhana namun bermakna: setiap makanan yang disajikan adalah yang terbaik, layaknya untuk anak sendiri.
Komitmen terhadap kualitas juga diwujudkan melalui penggunaan bahan baku dari UMKM lokal, serta penerapan standar operasional yang ketat, termasuk pengelolaan limbah melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan proses perizinan yang terus disempurnakan.
Perwakilan yayasan, Aufar Dhani, menegaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“Ini bukan hanya tentang hari ini. Ini tentang bagaimana kita memastikan anak-anak tumbuh sehat, kuat, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi yang kuat, SPPG Kendangsari kini menjelma menjadi lebih dari sekadar dapur. Ia menjadi simbol harapan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil di lingkungan sekitar.
Program Makan Bergizi Gratis di Kendangsari hari ini bukan sekadar kebijakan, melainkan gerakan bersama untuk menghadirkan kebaikan, menumbuhkan kepedulian, dan menyemai masa depan generasi bangsa yang lebih baik. (Abie)






