Sidoarjo, Nusantaraabadinews.com – Peristiwa duka menyelimuti warga Desa Buncitan setelah Kepala Desa setempat ditemukan meninggal dunia di balai desa dalam kondisi yang masih menyisakan tanda tanya. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Pihak Polresta Sidoarjo menyampaikan bahwa korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di lokasi kejadian. Namun demikian, aparat belum dapat memberikan kesimpulan terkait penyebab kematian karena masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim identifikasi.
“Korban ditemukan meninggal dunia di balai desa. Untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan dan menunggu hasil tim identifikasi,” ujar salah satu petugas kepolisian.
Dalam upaya mengungkap kronologi secara utuh, polisi terus melakukan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi. Salah satu saksi penting adalah Kojim, yang diketahui sebagai orang pertama yang menemukan korban di lokasi kejadian. Keterangan dari saksi-saksi tersebut menjadi bagian krusial dalam proses penyelidikan.
Hingga saat ini, berbagai informasi yang beredar di masyarakat masih bersifat dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Oleh karena itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh spekulasi yang belum tentu akurat.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi. Tunggu hasil resmi dari penyelidikan agar tidak menimbulkan keresahan,” tegas pihak kepolisian.
Kasus ini masih dalam penanganan intensif oleh Polresta Sidoarjo. Pemeriksaan lanjutan, termasuk hasil identifikasi dan kemungkinan autopsi, diharapkan dapat segera memberikan kejelasan mengenai penyebab kematian Kepala Desa Buncitan tersebut.
Peristiwa ini tidak hanya mengejutkan, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat Desa Buncitan. Warga berharap agar kasus ini segera terungkap secara terang benderang, sehingga tidak menimbulkan berbagai asumsi liar yang berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat.
Sementara itu, aparat kepolisian memastikan akan bekerja secara profesional dan transparan dalam mengungkap kasus ini hingga tuntas. (Red)






