Pria 44 Tahun Meninggal Mendadak di Taman Tengger Kandangan Benowo Surabaya

  • Whatsapp
Foto: Petugas Inafis melakukan olah TKP pria meninggal mendadak di taman fasum Tengger Kandangan Benowo Surabaya
Foto: Petugas Inafis melakukan olah TKP pria meninggal mendadak di taman fasum Tengger Kandangan Benowo Surabaya

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Warga Perumahan Tengger Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya digegerkan dengan peristiwa meninggalnya seorang pria secara mendadak di area taman fasilitas umum (fasum), Rabu (6/5/2026) petang.

Korban diketahui bernama Aldof Helmuen Mandahk (44), warga Manuakan Lor, Tandes, Surabaya. Ia ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 18.05 WIB setelah sebelumnya sempat mengeluhkan sakit di bagian dada.

Bacaan Lainnya

Peristiwa ini bermula saat korban menghabiskan waktu bersama rekannya, Irine Yulita Wati, yang juga merupakan teman dekatnya.

Menurut keterangan saksi, keduanya sempat beraktivitas sejak siang hari untuk merayakan ulang tahun saksi. Mereka mengunjungi kawasan Food Junction hingga Pakuwon Trade Center (PTC).

Sekitar pukul 17.00 WIB, korban dan saksi makan bersama. Saat itu, korban mulai merasakan sakit pada tubuhnya, terutama di bagian dada sebelah kiri.

“Saat makan, korban sudah mengeluh sakit badan dan dada kiri,” ungkap saksi Irine Yulita Wati.

Tak lama kemudian, korban meminta untuk dikeroki di taman fasum Perum Tengger Kandangan. Namun nahas, saat proses tersebut berlangsung sekitar pukul 17.20 WIB, korban tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri.

“Korban tiba-tiba jatuh saat dikeroki dan tidak sadarkan diri,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, saksi langsung panik dan meminta bantuan warga sekitar. Ia kemudian menghubungi rekan korban, Hari Santoso.

Hari Santoso mengaku menerima telepon sekitar pukul 18.10 WIB yang mengabarkan korban telah meninggal dunia setelah mengeluh sakit dada.

“Saya langsung menuju lokasi setelah mendapat kabar tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya, pihak keluarga korban juga dihubungi. Adik korban, Yosoea Mandahk, mendapatkan informasi sekitar pukul 19.20 WIB dan segera menuju lokasi kejadian.

Petugas gabungan dari Polsek Benowo bersama Inafis Polrestabes Surabaya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dalam olah TKP tidak ditemukan luka memar atau tanda kekerasan akibat benda tumpul,” demikian hasil pemeriksaan tim Inafis.

Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat serangan jantung, mengingat sebelumnya mengeluhkan nyeri di bagian dada.

Setelah proses olah TKP selesai sekitar pukul 20.40 WIB, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Benowo guna memastikan penyebab pasti kematian.

Sejumlah unsur turut hadir dalam penanganan kejadian tersebut, termasuk aparat kepolisian, BPBD Kota Surabaya, Satpol PP, serta perangkat kelurahan setempat.

Pihak kepolisian memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Benowo tetap dalam kondisi aman dan kondusif pasca kejadian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *