KOTA MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Suasana hangat penuh semangat persaudaraan mewarnai kegiatan “Kopi Pendekar” yang digelar Satbinmas Polres Madiun Kota bersama para pelatih pencak silat se-wilayah hukum Polres Madiun Kota, Senin malam (11/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Bersaudara Dalam Silat Bersatu Menjaga Kota Madiun Bermartabat” tersebut berlangsung di Warung Garasi Cozy Space, Jalan Janursari, Kecamatan Taman, Kota Madiun.
Acara ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum dialog antarperguruan silat untuk membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang bulan Suro. Dalam diskusi tersebut, para pelatih dan perwakilan perguruan menyampaikan berbagai pandangan terkait upaya menjaga kondusivitas wilayah serta mencegah potensi gesekan antar kelompok.

Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memperkuat komunikasi dan kebersamaan antarperguruan silat di Kota Madiun.
“Melalui kegiatan Kopi Pendekar ini, kami berharap seluruh perguruan silat semakin solid menjaga persaudaraan, mengedepankan nilai luhur pencak silat, serta bersama-sama menciptakan situasi Kota Madiun yang aman, damai, dan kondusif. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak provokasi dan menjaga nama baik Kota Pendekar,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi yang baik antarperguruan menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga stabilitas keamanan, khususnya menjelang momentum bulan Suro yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan kegiatan perguruan silat.
Dalam sesi diskusi, sejumlah perwakilan perguruan silat turut menyampaikan berbagai masukan dan perhatian terkait kondisi sosial di tengah masyarakat. Beberapa di antaranya menyoroti keberadaan komunitas yang mengatasnamakan perguruan silat, persoalan pendirian tugu dan simbol perguruan di ruang publik, hingga pentingnya sinergi seluruh elemen untuk menjaga keamanan bersama.
Seluruh peserta yang hadir kemudian mengikrarkan deklarasi komitmen bersama untuk menolak aksi anarkis, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta mendukung terciptanya situasi aman dan damai di Kota Madiun.
Sementara itu, Kasat Binmas Polres Madiun Kota AKP Danar Suntaka menegaskan pentingnya peran senior dan pelatih dalam membina generasi muda agar tidak mudah terprovokasi maupun terlibat aksi kekerasan jalanan.
“Jangan sampai anak didik kita kehilangan arah. Prestasi pencak silat yang sudah mendunia harus dijaga dengan sikap persaudaraan dan kedamaian. Kota Madiun harus benar-benar menjadi Kota Pendekar yang adem ayem dan guyub rukun,” tegasnya.
Menurut AKP Danar Suntaka, pembinaan karakter dan penguatan nilai persaudaraan menjadi kunci utama dalam menjaga marwah pencak silat sebagai budaya luhur bangsa sekaligus kebanggaan masyarakat Madiun.






