Jember Perkuat Ketahanan Pangan, Bantuan Pertanian Capai Rp 312 Miliar

  • Whatsapp
IMG 20260607 WA0001

Jember, Nusantaraabadinews.com Pemerintah Kabupaten Jember bersama pemerintah pusat terus memperkuat komitmen dalam membangun sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat kegiatan Pro Gus’e Update yang digelar di halaman Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Jember menyerahkan berbagai bantuan strategis kepada kelompok tani sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat infrastruktur pendukung sektor pangan.

Bantuan yang disalurkan meliputi satu unit Combine Harvester untuk Kelompok Tani Dewi Sri Desa Jombang, Kecamatan Jombang, bantuan Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2026 bagi Kelompok Tani Moro Seneng Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom) Tahun 2026 untuk Kelompok Tani Gemah Ripah Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, serta bantuan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) bagi Kelompok Tani Sri Murni 1 Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian saat ini sangat besar. Bahkan, jika dihitung secara keseluruhan, nilai program bantuan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Jember selama tahun 2025 hingga 2026 mencapai sekitar Rp312 miliar.

“Kalau dinominalkan, seluruh program yang diberikan pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Jember selama tahun 2025 dan 2026 mencapai kurang lebih Rp312 miliar. Ini merupakan perhatian yang sangat besar terhadap sektor pertanian,” ujarnya.

Menurut Gus Fawait, investasi besar di sektor pertanian menjadi langkah strategis di tengah kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian. Ketahanan pangan yang kuat dinilai mampu menjadi benteng dalam menjaga stabilitas kebutuhan dasar masyarakat serta mengurangi dampak gejolak ekonomi dunia.

IMG 20260607 WA0000“Dengan kondisi ekonomi global yang tidak baik-baik saja, kita bersyukur pemerintah pusat memprioritaskan sektor ketahanan pangan. Ketahanan pangan yang kuat membuat dampak gejolak ekonomi dunia bisa diminimalkan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan sektor pertanian tidak hanya diwujudkan melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), tetapi juga melalui peningkatan kualitas infrastruktur pertanian, rehabilitasi jaringan irigasi, bantuan pupuk dan benih, hingga berbagai program peningkatan produktivitas lahan.

Lebih lanjut, Gus Fawait menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan sinergi seluruh pihak. Selain kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, dukungan TNI, Polri, serta berbagai lembaga vertikal dinilai memiliki peran penting dalam mengawal pemanfaatan bantuan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi petani.

“Jangan sampai setiap tahun kita bantu tetapi tidak termanfaatkan dengan baik. Saya yakin dengan cara seperti ini bantuan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan bisa kita awasi bersama-sama,” tegasnya.

Melalui berbagai program strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember berharap sektor pertanian semakin maju, produktif, dan mampu menjadi penopang utama ketahanan pangan daerah maupun nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani sebagai ujung tombak pembangunan pangan Indonesia. (Erman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *