MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang disalurkan melalui Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun kembali memberikan manfaat langsung kepada para petani. Salah satu bentuk implementasinya diwujudkan melalui kegiatan Sekolah Lapang Petani yang digelar di Kelompok Tani Maju Berkah yang diketuai Samun, di Dusun Koripan RT 03 RW 03, Desa Cermo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.
Kegiatan tersebut menjadi sarana peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan dan praktik lapangan. Dalam kesempatan itu, peserta mendapatkan materi tentang budidaya pertanian berkelanjutan, termasuk pembuatan pupuk organik padat berbahan dasar kotoran hewan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Sekolah Lapang Petani menghadirkan petani milenial sekaligus Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Mardi Mulyo Farm, Syaidul Basyari, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Syaidul menjelaskan bahwa program DBHCHT telah memberikan dampak positif bagi kelompok tani penerima manfaat, khususnya dalam mendukung budidaya tembakau serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

“Dari teman-teman penyuluh dan kelompok tani penerima anggaran DBHCHT di Kabupaten Madiun, sangat merasa terbantu dan merasakan manfaatnya dalam budidaya tembakau. Selain itu banyak kegiatan yang sangat menunjang kelompok tani, seperti yang dilakukan hari ini yaitu Sekolah Lapang Petani dari program DBHCHT yang sangat membantu dan memberi ilmu kepada petani untuk pemanfaatan DBHCHT,” ujar Arie, penyuluh pertanian lapangan setempat.
Menurutnya, manfaat DBHCHT tidak hanya berupa bantuan sarana dan prasarana pertanian, tetapi juga meningkatkan pengetahuan petani melalui kegiatan edukatif yang berkelanjutan.
Salah satu materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut adalah pembuatan pupuk organik padat dari kotoran hewan atau kompos kohe.
Adapun bahan yang digunakan meliputi kompos kotoran hewan sebanyak 1 ton, bekatul 5 kilogram, EM4 sebanyak 1 liter, serta air secukupnya untuk proses fermentasi.
Pupuk organik tersebut memiliki manfaat penting dalam memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan lahan, serta menyediakan unsur hara organik yang dibutuhkan tanaman. Penggunaan pupuk organik juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sekaligus mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Atas berbagai manfaat yang dirasakan, Syaidul Basyari mewakili kelompok tani penerima manfaat DBHCHT di Kabupaten Madiun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah mendukung keberlangsungan program tersebut.
“Kami mewakili seluruh kelompok tani yang ada di Kabupaten Madiun yang menerima manfaat dari dana DBHCHT, kami sampaikan banyak terima kasih atas support dan dukungan untuk kelompok tani,” katanya.
Menurutnya, keberadaan program DBHCHT telah menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani di Kabupaten Madiun.
Syaidul Basyari merupakan petani asal Dusun Banaran RT 02 RW 01, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Pria kelahiran Lampung, 26 Juni 1985 tersebut saat ini menjabat sebagai Ketua P4S Mardi Mulyo Farm.
Pengalamannya di sektor pertanian terbilang panjang. Ia pernah mengikuti program magang pertanian di Jepang pada tahun 2010 hingga 2011. Selain aktif sebagai pengurus Kelompok Tani Mardi Mulyo sejak 2012 hingga sekarang, Syaidul juga pernah menjadi Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Geger periode 2007–2010.
Dengan bekal pengalaman tersebut, Syaidul dinilai mampu memberikan wawasan praktis kepada para petani mengenai pengembangan usaha tani yang berkelanjutan, inovasi pertanian modern, serta pemanfaatan berbagai program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani.






