Ahmad Baharrudin Selaku Plt. Bupati Tulungagung Menghadiri Tradisi Labuh Laut Di Pesisir Pantai Popoh

  • Whatsapp
IMG 20260706 WA0071

Tulungagung, Nusantaraabadinews.com sebuah daerah yang dikelilingi oleh keindahan alam, menampilkan salah satu ritual adat yang memukau dan sarat makna, yaitu Labuh Sembonyo di tepian pantai. Ritual ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari warisan budaya yang kaya dan memperkaya pengalaman spiritual serta sosial masyarakat setempat.

Semangat pelestarian budaya kembali ditunjukkan masyarakat pesisir selatan Kabupaten Tulungagung melalui prosesii adat Labuh Laut Larung Sembonyo yang digelar di Pantai Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Minggu (5/7/2026).

Tradisi tahunan yang berlangsung setiap bulan Suro ini turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, SM, MM.

Prosesi sakral tersebut juga menjadi simbol harapan agar para nelayan dan warga senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, serta rezeki yang melimpah.

IMG 20260706 WA0070Tradisi Labuh Laut ditandai dengan arak-arakan gunungan hasil bumi dan laut yang diiringi semangat gotong royong masyarakat serta semarak bendera merah putih yang berkibar gagah di atas gunungan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga atraksi budaya yang memperkuat identitas lokal dan menarik minat wisatawan.

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia pelaksana, tokoh masyarakat, serta Pemerintah Desa Besole yang telah bekerja sama menyelenggarakan rangkaian kegiatan dengan tertib, aman, dan lancar.”

Kita wajib menjaga kelestarian tradisi ini agar tidak punah. Selain itu, ini adalah momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara warga dengan pemerintah, sekaligus memupuk semangat gotong royong,” ujarnya.

Lebih lanjut Ahmad Baharrudin menjelaskan bahwasanya Labuh Laut Pantai Popoh 2026 tidak hanya menjadi acara adat semata, namun telah berkembang menjadi simbol kekuatan masyarakat Tulungagung dalam menjaga tradisi, mempererat solidaritas, dan mendorong kemajuan daerah melalui kearifan lokal.”Pada intinya Labuh laut Pantai Indah Popoh ini sebagai wujud ngiri-nguri budaya yang harus dilestarikan dan sudah menjadi agenda tahunan,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, kegiatan Labuh Laut ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Besuki, Kepala OPD terkait, Komandan TNI AL Posmat Pojoh, Kepala Desa Besole, para tokoh agama dan masyarakat, serta berbagai organisasi pemuda. Semuanya bersatu dalam semangat kebersamaan untuk merawat budaya dan memajukan daerah. (Sup)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *