PASURUAN, Nusantaraabadinews.com – Deru mesin memecah keheningan Sirkuit Alas Kesiman, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (1/8/2026). Ban-ban kendaraan adventure offroad mencengkeram tanah berlumpur, melewati bebatuan, tanjakan curam, turunan ekstrem, hingga kubangan yang menjadi ciri khas lintasan. Namun, di balik riuh suara mesin dan adrenalin yang memuncak, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Adventure Offroad 2026 Putaran III menghadirkan pertarungan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar adu kecepatan.
Diselenggarakan bersama Sarana Muda Nusantara (SMN), putaran ketiga Kejurnas Adventure Offroad 2026 menjadi ajang berkumpulnya para offroader dari berbagai penjuru Indonesia. Peserta datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tenggara, hingga Kota Padang.
Keikutsertaan peserta dari berbagai daerah tersebut menunjukkan bahwa olahraga adventure offroad terus berkembang sebagai cabang olahraga otomotif yang memiliki komunitas kuat sekaligus daya tarik nasional.
Di lintasan Alas Kesiman, setiap peserta menghadapi tantangan yang sama. Medan yang berubah-ubah membuat tidak ada jaminan kemenangan hanya karena kendaraan memiliki tenaga besar atau kecepatan tinggi. Kondisi tanah yang licin, bebatuan tajam, serta jalur yang terus berubah memaksa setiap pembalap berpikir cepat sekaligus tetap tenang.
Adventure offroad memiliki karakter yang sangat berbeda dibanding balap di lintasan aspal. Jika balapan konvensional lebih mengandalkan kecepatan dan presisi, maka di lintasan offroad faktor teknik mengemudi, kemampuan membaca karakter medan, strategi memilih jalur, komunikasi antartim, hingga pengambilan keputusan dalam hitungan detik menjadi kunci utama.
Seorang pembalap harus mengetahui kapan harus mempertahankan momentum dan kapan harus mengurangi kecepatan demi menjaga keseimbangan kendaraan. Kesalahan kecil dapat menyebabkan kendaraan kehilangan traksi, bahkan terjebak di lumpur atau bebatuan.
Pengalaman menghadapi lintasan Serang menjadi salah satu contoh bagaimana karakter medan mampu menguji kemampuan peserta. Trek berbatu dengan permukaan gravel memaksa pembalap menentukan jalur terbaik secara cermat. Terlalu agresif dapat membuat kendaraan kehilangan kendali, sementara terlalu berhati-hati justru bisa menghilangkan momentum.
“Di situlah esensi adventure offroad benar-benar terlihat. Keberhasilan bukan hanya tentang keberanian menekan pedal gas, tetapi juga kemampuan membaca situasi dan mengambil keputusan yang tepat.
Di antara para peserta yang tampil di Alas Kesiman, perhatian tertuju kepada pasangan kakak beradik asal Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yakni Prasyamita Adilla dan Rafika Fahra.
Keduanya hadir sebagai satu tim yang telah lama mengenal dunia adventure offroad. Prasyamita dipercaya sebagai driver, sementara sang adik, Rafika, menjalankan tugas sebagai navigator.
Pembagian tugas tersebut bukan sekadar formalitas. Dalam olahraga adventure offroad, hubungan antara driver dan navigator menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan.



Driver bertanggung jawab mengendalikan kendaraan menghadapi berbagai rintangan, sedangkan navigator harus mampu membaca arah lintasan, mengamati kondisi medan, sekaligus memberikan instruksi secara cepat dan tepat. Kesalahan komunikasi sekecil apa pun dapat berpengaruh terhadap performa tim.
Bagi Prasyamita, kecintaannya terhadap olahraga otomotif dimulai sejak duduk di bangku kelas satu SMA. Titik balik terjadi pada tahun 2019 ketika ia menyaksikan perlombaan adventure offroad di Kecamatan Semanding, Tuban.
Saat itu ia masih menjadi penonton. Namun pengalaman tersebut membangkitkan keinginan untuk mencoba sendiri sensasi menaklukkan lintasan ekstrem.
Dari rasa penasaran itu, perjalanan panjang dimulai. Kendaraan dipersiapkan, latihan dilakukan secara rutin, dan pengalaman terus dikumpulkan dari berbagai kompetisi. Apa yang awalnya hanya sekadar hobi perlahan berkembang menjadi keseriusan untuk berprestasi.
Sementara itu, Rafika telah mengenal dunia offroad sejak duduk di bangku SMP. Berawal dari kegiatan menjelajahi alam bersama keluarga, ia kemudian memahami bahwa kemampuan membaca karakter medan merupakan salah satu unsur terpenting dalam olahraga ini.
Sebagai navigator, Rafika dituntut memiliki konsentrasi tinggi, ketelitian, serta kemampuan mengambil keputusan dalam waktu singkat agar kendaraan tetap berada pada jalur terbaik.
Kerja keras keduanya membuahkan hasil membanggakan. Pada musim kompetisi 2025, Prasyamita dan Rafika berhasil meraih gelar Juara Nasional II Adventure Offroad setelah mengikuti empat seri kejuaraan yang digelar di Bogor, Jember, Semarang, dan Banten.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dipenuhi latihan, pengalaman, dan disiplin.
Kehadiran Prasyamita dan Rafika juga membawa pesan positif bagi perkembangan olahraga otomotif nasional, khususnya mengenai semakin terbukanya ruang bagi perempuan untuk berprestasi.
Di balik hijab, helm, dan jersey bertuliskan PRASYAMITA SPEEDKILLS, Prasyamita hadir bukan sekadar sebagai simbol keterwakilan perempuan. Ia tampil sebagai pembalap yang bersaing berdasarkan kemampuan.
Demikian pula Rafika. Perannya sebagai navigator memiliki tanggung jawab yang tidak kalah penting dibanding pengemudi. Ia menjadi sosok yang menentukan arah, strategi, sekaligus memastikan komunikasi tetap berjalan selama kendaraan melintasi berbagai rintangan.
Keduanya membuktikan bahwa kompetensi dalam olahraga otomotif tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh kemampuan teknis, kesiapan mental, pengalaman, serta kedisiplinan.
Di balik perjalanan mereka menuju berbagai lintasan nasional, terdapat sosok ayah yang memiliki peran besar, yakni Kokok Sujarwo.
Kokok bukan hanya memperkenalkan kedua putrinya kepada dunia adventure offroad, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk belajar, berkembang, dan menghadapi tantangan secara mandiri.
Dukungan tersebut tidak selalu tampak dalam sorotan kamera. Ia hadir melalui waktu yang diluangkan untuk mendampingi latihan, perjalanan menuju lokasi perlombaan, hingga doa yang terus dipanjatkan ketika kedua putrinya menghadapi lintasan ekstrem.
Sebagai seorang ayah, rasa bangga tentu berjalan berdampingan dengan kekhawatiran ketika melihat anak-anaknya mengendalikan kendaraan di medan yang penuh risiko. Namun Kokok memilih memberikan kepercayaan.
Ia membiarkan Prasyamita dan Rafika belajar dari setiap pengalaman, memahami arti kegagalan, menikmati keberhasilan, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang melalui dunia olahraga.
Dari hutan-hutan di Tuban, mereka belajar mengenali karakter medan. Dari berbagai kompetisi, mereka belajar mengenali diri sendiri. Mereka memahami arti disiplin, tanggung jawab, keberanian, sportivitas, kerja sama, serta pentingnya menjaga ketenangan dalam situasi yang penuh tekanan.
Pada akhirnya, Kejurnas Adventure Offroad 2026 Putaran III di Sirkuit Alas Kesiman bukan hanya menjadi ajang adu kemampuan kendaraan melintasi lumpur dan bebatuan. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi panggung yang menunjukkan bahwa keberhasilan lahir dari perpaduan antara teknik, strategi, keberanian, komunikasi, dan ketangguhan mental.
Perjalanan Prasyamita Adilla dan Rafika Fahra menjadi gambaran nyata bahwa sebuah hobi dapat berkembang menjadi prestasi ketika dijalani dengan kesungguhan dan kerja keras.
Sementara sosok Kokok Sujarwo mengingatkan bahwa di balik setiap atlet yang berdiri di garis start, selalu ada keluarga yang memberikan dukungan tanpa pamrih, pengorbanan yang tidak selalu terlihat, serta doa yang mengiringi setiap langkah menuju garis finis.
Di Alas Kesiman, mesin boleh meraung, lumpur boleh berhamburan, dan tantangan boleh datang silih berganti. Namun kemenangan sejati bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis akhir, melainkan siapa yang mampu tetap tenang ketika medan berubah, tetap percaya ketika jalan terasa sulit, dan terus melaju meski arah di depan belum sepenuhnya pasti.
Karena dalam adventure offroad, seperti halnya kehidupan, tantangan terbesar sering kali bukan berada di luar kendaraan, melainkan bagaimana menaklukkan keraguan yang ada di dalam diri sendiri. (Abie)






