MAKI Jatim Soroti Dugaan Belum Lengkapnya Perizinan Taiwan Heiger Education Fair 2026, Ancam Layangkan Keberatan dan Aksi

  • Whatsapp
3de50e36 62f6 4707 9ed0 ba941df68a52 709x613

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Kegiatan yang bertajuk “Taiwan Heiger Education Fair, Indonesia (THEFI) Tahun 2026 yang di gelar di Hotel Sheraton, pada Tanggal 6-7 Agustus diduga ternyata belum mengantongi izin dari Polda Jatim serta jajaran Mabes Polri.

Dari sumber yang di dapat, pihak ICATI Jatim sebagai panitia penyelenggara acara tersebut hanya mengirimkan terkait izin pemberitahuan kegiatan sebatas di Polrestabes Surabaya saja dan pihak Polrestabes Surabaya sendiri ternyata juga sudah mengeluarkan surat rekomendasi ke Polda Jatim.

Kronologis histori perizinan yang hanya sampai kepada Polrestabes Surabaya saja menjadi ironi yang patut disayangkan dan pihak panitia penyelenggara terkesan meremehkan dan menganggap sebelah mata terkait perijinan yang seharusnya juga sangat dibutuhkan yaitu dari Polda Jatim dan Mabes Polri dimana hingga tanggal 3 Agustus belum ada satupun panitia yang mengurus perizinan Polda Jatim.

Padahal dari data dan informasi valid yang berhasil digali tim Litbang dan Invstigasi MAKI Jatim,acara ini direncanakan dan dipastikan akan mendatangkan kurang lebih 100 (seratus) Warga Negara Asing dari Negara Taiwan,dan pameran tersebut merupakan ajang untuk Kampus dan atau Lembaga Pendidikan Taiwan untuk menjaring calon mahasiswa dan mahasiswi asal Indonesia.

Menanggapi hal ini,Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jatim bereaksi keras, Heru Satriyo,Koordinator MAKI Jatim menyebutkan bahwa acara tersebut harus mengantongi izin dari Mabes Polri dan Polda Jatim dikarenakan adanya kedatangan Warga Negara Asing sehingga diperlukan sterilisasi administrasi perijinan termasuk sterilisasi kesehatan yang memang harus menjadi syarat serta diperlukan.

B57987f2 0453 4b00 8b53 91edc97d1af1 768x432“Kalau memang perijinan dari Polda Jatim dan Mabes Polri (berkenaan dengan rencana kedatangan kurang lebih 100 WNA) ini tidak diurus,maka MAKI Jatim dipastikan akan ngeluruk acara tersebut dan akan membubarkan kegiatan tersebut,karena notabene sama saja meremehkan aparat kepolisian yang notabene menjadi sumber regulasi perijinan,dan saya tidak tahu lagi kalau ada oknum kepolisian yang bermain mengiringi kegiatan tersebut diatas,” ungkap Heru MAKI.

Heru MAKI menambahkan bahwa dampak serta potensi resiko dari rencana kedatangan kurang lebih 100 WNA dari Taiwan tentunya harus diperhitungkan dengan matang serta dibutuhkan proses filterisasi dalam segala hal selaras dengan akan ada potensi yang berimbas negatif apabila ada muatan muatan ideologi yang dibawa pada saat kegiatan tersebut berlangsung.

Masih menurut Heru MAKI,menegaskan juga bahwa kasus kasus mengenai kasus SCAMING yang TERSANGKANYA juga WNA tentunya juga harus menjadi perhitungan resiko juga.

“Sebenarnya kegiatan sepeti ini sudah pernah berjalan pada tahun kemarin dan dipastikan bahwa panitia kegiatan serupa telah mengantongi ijin baik dari Polda Jatim dan Mabes Polri serta hasil transaksi dari giat pameran tersebut juga tembusan milyardan rupiah,saya heran saja kok sekarang terkesan digampangkan oleh panitia penyelenggara,”tegas Heru MAKI.

Besok Selasa,04 Agustus 2026,MAKi Jatim akan berencana juga mendatangi dan mengirim surat keberatan pelaksanaan kegiatan dengan pihak Sheraton Hotel dan mendesak pihak Hotel Sheraton untuk melakukan telaah dan evaluasi untuk giat pameran tersebut diatas.

Heru MAKI juga akan menyampaikan kepada management Hotel Sheraton alan adanya potensi aksi demo akbar dari MAKI Jatim untuk membubarkan giat pemeran yang rencana akan berlangsung tanggal 6 dan 7 Agustus 2026 nantinya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *