MADIUN , Nusantaraabadinews.com — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Melalui keikutsertaannya dalam Bhakti Harmoni Bahana Bersahaja di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Bapenda membuka layanan konsultasi dan administrasi pajak daerah secara langsung pada Rabu-Kamis, 19-20 Agustus 2026.
Kehadiran layanan jemput bola tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Madiun untuk memangkas jarak birokrasi sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi dan menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi perpajakan daerah.
Kepala Bapenda Kabupaten Madiun Yudi Hartono, S.Sos., M.M., melalui Subkoordinator Pengolahan Data dan Informasi (PDI), Ni Ayu Roswita, mengatakan kehadiran Bapenda dalam event Bahana Bersahaja merupakan bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kepada wajib pajak.
“Pada event Bahana Bersahaja ini, Bapenda Kabupaten Madiun ikut berperan aktif mendekatkan pelayanan kepada masyarakat terkait konsultasi dan pelayanan pajak daerah,” ujar Ni Ayu Ruswita.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi selama pelayanan berlangsung. Sejumlah warga memanfaatkan stan Bapenda untuk berkonsultasi sekaligus mengurus berbagai kebutuhan administrasi pajak daerah.
Layanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi salah satu pelayanan yang paling banyak diminati. Warga dapat memperoleh pelayanan terkait perubahan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), mulai dari mutasi, pemecahan objek pajak, pendaftaran objek pajak baru hingga berbagai kebutuhan administrasi lainnya.
“Pelayanan yang banyak diminati masyarakat antara lain PBB, seperti perubahan SPPT yang meliputi mutasi, pecah objek pajak, pendaftaran objek pajak baru, dan lain-lain, serta konsultasi terkait BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan),” lanjutnya.
Selain PBB, masyarakat juga memanfaatkan layanan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Konsultasi yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan, termasuk permohonan terkait waris.
Bapenda juga membuka layanan pajak lainnya, seperti pendaftaran objek pajak baru, pembetulan, mutasi, pembatalan hingga permohonan pengurangan pajak.
Layanan jemput bola yang digelar dalam rangkaian Bahana Bersahaja tersebut ternyata tidak hanya dimanfaatkan masyarakat Desa Teguhan. Warga dari sejumlah desa di sekitar Kecamatan Jiwan turut datang untuk mendapatkan pelayanan dan berkonsultasi mengenai kewajiban pajak daerah.
“Acara Bahana ini sangat membantu masyarakat. Bukan hanya warga Desa Teguhan saja, namun juga ada dari desa-desa lainnya yang ikut serta memanfaatkan pelayanan yang diadakan di Bahana Sejahtera ini,” jelasnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa model pelayanan langsung di tengah masyarakat mampu memberikan akses yang lebih luas, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu atau jarak untuk datang ke kantor pelayanan.
Bagi masyarakat yang belum sempat memanfaatkan layanan Bapenda dalam kegiatan Bahana Bersahaja, pelayanan perpajakan tetap tersedia pada hari efektif.
Bapenda Kabupaten Madiun menyediakan tiga saluran pelayanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, yakni Kantor Pelayanan di Caruban, Mall Pelayanan Publik (MPP), serta layanan secara online.
“Untuk hari efektif, selain di kegiatan luar seperti ini, kami ada tiga saluran pelayanan yang disiapkan guna melayani masyarakat. Yaitu di Kantor Pelayanan yang ada di Caruban, Mall Pelayanan Publik (MPP), serta melalui sistem online,” terangnya.
Dengan tersedianya sejumlah kanal pelayanan tersebut, masyarakat diharapkan tidak perlu menunggu adanya kegiatan pelayanan keliling untuk mengurus administrasi pajak daerah.
Bupati Madiun turut menegaskan pentingnya pelayanan publik yang mudah dijangkau masyarakat. Pemerintah Kabupaten Madiun, kata dia, terus mendorong penguatan pelayanan di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, infrastruktur, pendidikan hingga perpajakan.
“Kami bersama pak Wakil menekankan pentingnya pelayanan untuk masyarakat khususnya kesehatan, perbaikan jalan, pendidikan dan pajak. Pemerintahan Harmonis berkomitmen memastikan tidak ada warga yang kesulitan dalam pembiayaan kesehatan dan juga pendidikan serta pajak,” pungkasnya.
Rangkaian Bhakti Harmoni Bahana Bersahaja di Desa Teguhan tidak hanya menghadirkan pelayanan administrasi pemerintahan. Sebelumnya, pada malam hari, digelar serap aspirasi masyarakat Desa Bodag dalam bentuk sarasehan.
Kegiatan kemudian diawali dengan apel bersama yang dilanjutkan olahraga bersama masyarakat.
Pada hari kedua, Wakil Bupati Madiun bersama Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan kerja bakti gotong royong. Setelah itu, rombongan berkeliling meninjau berbagai stan pelayanan yang disediakan OPD.
Beragam layanan publik yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Pelayanan langsung di tengah warga sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Madiun dalam menghadirkan pemerintahan yang responsif, dekat dan mudah diakses masyarakat.
Di tengah peningkatan akses pelayanan, Bapenda Kabupaten Madiun juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kewajiban membayar pajak daerah tepat waktu.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu peduli dengan pembayaran pajak secara tepat waktu. Pajak yang dibayarkan sangat penting untuk keberlanjutan pembangunan daerah kita,” pungkas Ni Ayu.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa kepatuhan membayar pajak bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Madiun.






