MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) IV tingkat Kabupaten Madiun resmi bergulir. Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, membuka langsung kegiatan tersebut di Alun-alun Reksogati, Caruban, Minggu (6/9/2026).
Pembukaan Porsadin IV ditandai dengan pemukulan bedug oleh Bupati Madiun. Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian kompetisi yang mempertemukan ribuan santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dari berbagai wilayah di Kabupaten Madiun.
Kegiatan yang diinisiasi Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Madiun itu berlangsung semarak. Para alim ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, jajaran Forkopimda, hingga ratusan santri turut hadir dalam pembukaan.
Sejumlah tokoh dan pejabat yang hadir di antaranya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Drs. Mujono, M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, jajaran Forkopimda atau yang mewakili, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun, serta para kepala Madrasah Diniyah.

Pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Porsadin IV tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menegaskan bahwa Porsadin memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar kompetisi.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun karakter generasi muda melalui olahraga, seni, dan nilai-nilai keagamaan.
“Melalui olahraga kita menanamkan nilai sportifitas, disiplin, dan kerja sama. Melalui seni kita menumbuhkan kreativitas, kehalusan budi, serta kecintaan terhadap budaya bangsa. Semua ini sejalan dengan visi Kabupaten Madiun untuk mencetak generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta sehat jasmani dan rohani menuju Madiun yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera),” ujar Bupati H. Hari Wuryanto.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia serta jajaran DPC FKDT Kabupaten Madiun yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan Porsadin IV.
Bupati berharap para peserta tidak menjadikan hasil perlombaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Lebih dari itu, proses mengikuti perlombaan harus mampu menjadi pengalaman bagi para santri untuk belajar, membangun mental, dan memperkuat persaudaraan.
“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana kita belajar berproses dan memperkuat persaudaraan di antara sesama santri. Teruslah belajar dan berbuat baik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Porsadin IV Kabupaten Madiun, Gus Muhammad Mahbubi, melaporkan tingginya antusiasme peserta dalam ajang seleksi daerah tahun ini.
Sebanyak 6.282 santri dari seluruh Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Madiun tercatat ambil bagian dalam rangkaian Porsadin IV.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.132 santri dari delapan DPAC berpartisipasi dalam ajang devile. Sementara 650 santri lainnya mengikuti enam cabang lomba yang meliputi bidang seni, olahraga, dan keagamaan.
Pelaksanaan perlombaan tersebar di 11 titik lokasi di sekitar Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun dan GOR Pangeran Timur. Para peserta juga mendapatkan pendampingan dari sekitar 500 pendamping.
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah jika memperhitungkan kehadiran para wali santri yang datang untuk memberikan dukungan kepada anak-anak mereka.
Gus Mahbubi menyebut total kehadiran masyarakat di lapangan diperkirakan mencapai sekitar 8.000 orang.
Gus Mahbubi menegaskan, Porsadin IV tidak hanya diarahkan untuk mencari santri terbaik di bidang olahraga, seni, maupun keagamaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya FKDT Kabupaten Madiun dalam membekali para santri dengan keberanian, mental berkompetisi, serta semangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.
Porsadin diharapkan mampu menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun karakter melalui proses kompetisi yang sehat.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai fastabiqul khairat, yakni berlomba-lomba dalam kebaikan. Dengan demikian, prestasi yang lahir dari Porsadin tidak hanya diukur dari kemenangan di arena perlombaan, tetapi juga dari tumbuhnya karakter santri yang sportif, disiplin, kreatif, berani, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Porsadin IV Kabupaten Madiun pun menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Madrasah Diniyah Takmiliyah dalam membentuk generasi muda yang memiliki keseimbangan antara kemampuan intelektual, spiritual, karakter, serta kesehatan jasmani dan rohani.






