SMAK Frateran Surabaya Borong Dua Juara 1 Nasional, Sabet LIC UISI dan MEDDIPS FK UNDIP

  • Whatsapp
IMG 20260918 WA0018

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa-siswi SMAK Frateran Surabaya. Tidak hanya unggul dalam bidang akademik, para siswa juga mampu menunjukkan kreativitas, kemampuan berpikir inovatif, serta daya juang tinggi dalam kompetisi tingkat nasional.

“Dua prestasi sekaligus berhasil diraih SMAK Frateran Surabaya melalui ajang Logistic Innovation Competition (LIC) yang diselenggarakan oleh Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) dan Medical Olympiad MEDDIPS x ARPO yang digelar oleh Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP).

Pada ajang Logistic Innovation Competition tingkat nasional, tim SMAK Frateran Surabaya berhasil meraih Juara 1 melalui inovasi prototype bernama FloodLink. Tim tersebut beranggotakan tiga siswa, yakni Gwen Josephine L dari kelas XII NSC, Alvin Kenan N dari kelas XII NSC, dan Alfonsius Nathanael R dari kelas XII A.
FloodLink dirancang sebagai sebuah sistem logistik adaptif yang ditujukan untuk membantu proses penyaluran bantuan ketika akses jalan terputus akibat bencana banjir.

Dalam proses pengembangannya, ketiga siswa menghadapi berbagai tantangan teknis. Salah satu tantangan terbesar adalah menentukan material yang tepat sekaligus merancang kerangka prototype menggunakan perangkat lunak SolidWorks.

Bagi tim, tantangan tersebut bukan sekadar menghasilkan desain yang terlihat menarik. Mereka harus memastikan prototype FloodLink dapat direalisasikan dan memiliki fungsi yang sesuai dengan konsep yang telah dirancang.

Proses panjang tersebut membutuhkan waktu, tenaga, konsentrasi, serta komitmen yang besar. Bahkan, demi menyelesaikan prototype dan mematangkan desain, para siswa harus rela mengorbankan waktu santai dan melewatkan pesta kelas.

Pengorbanan tersebut akhirnya terbayar setelah FloodLink berhasil membawa tim SMAK Frateran Surabaya menjadi Juara 1 Logistic Innovation Competition tingkat nasional.

Persaingan dalam kompetisi tersebut juga berlangsung ketat. Para peserta datang dengan berbagai gagasan dan inovasi yang memiliki keunikan masing-masing. Di antara tim yang turut berkompetisi terdapat peserta dari sejumlah daerah, termasuk Sidoarjo dan Bandung.
Tim SMAK Frateran Surabaya harus bersaing dengan berbagai tim unggulan, antara lain POWER PUFF CIRLS, UDAH SIAP BELUM BERSIAPLAH DENGAN SEPEDA LISTRIKKU, INDICATOR X, LOCIBELLE, dan WHEN YA.
Sementara itu, posisi Juara 2 LIC diraih tim REMAJA JOMPO, sedangkan Juara 3 diraih tim SAKADINCKADUNG.

Bagi Gwen, Alvin, dan Alfonsius, berada di tengah kompetisi dengan peserta-peserta berbakat dari berbagai daerah menjadi pengalaman yang sangat berharga.
Selain menguji kemampuan dalam menciptakan inovasi, kompetisi tersebut juga menjadi ruang bagi mereka untuk belajar bekerja sama dan menghadapi tekanan.

Mereka menilai proses pengembangan FloodLink memberikan pelajaran penting mengenai ketekunan, kedisiplinan, serta kemampuan menurunkan ego demi mencapai tujuan bersama.
“Lebih dari sekadar kemenangan, seluruh proses ini menjadi wadah pendewasaan yang mengajarkan kami arti menurunkan ego, saling melengkapi, dan bertumbuh menjadi tim yang jauh lebih solid,” demikian kesan yang disampaikan tim.
Menurut mereka, keberhasilan meraih Juara 1 bukan menjadi alasan untuk cepat berpuas diri. Sebaliknya, pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan inovasi.

Mereka berharap FloodLink tidak berhenti sebagai prototype untuk kebutuhan kompetisi semata, tetapi dapat terus dikembangkan sehingga suatu saat benar-benar dapat memberikan manfaat dalam membantu sistem logistik bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Juara 1 MEDDIPS x ARPO FK UNDIP
Prestasi lainnya datang dari bidang kedokteran. Dua siswa SMAK Frateran Surabaya, yakni Marvel Chiptodjodjo dari kelas XI NSC dan Maria Sirene A dari kelas XI NSC, berhasil meraih Juara 1 Medical Olympiad MEDDIPS x ARPO tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP).

Keberhasilan tersebut menjadi bukti lain kemampuan siswa SMAK Frateran Surabaya dalam berkompetisi di tingkat nasional, khususnya pada bidang akademik dan kedokteran.

Untuk mencapai posisi tersebut, Marvel dan Maria harus melalui proses persiapan yang panjang. Mereka mempersiapkan berbagai materi, menjalani latihan soal secara intensif, hingga mengikuti tahapan kompetisi mulai dari babak penyisihan sampai final.

IMG 20260918 WA0015“Setiap tahapan menjadi tantangan tersendiri karena mereka harus mampu menguasai materi sekaligus menjaga kekompakan dan kepercayaan diri selama kompetisi berlangsung.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya Juara 1 MEDDIPS x ARPO tingkat nasional.

Bagi Marvel dan Maria, kemenangan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Mereka mengaku bersyukur dapat membawa nama SMAK Frateran Surabaya meraih prestasi di tingkat nasional.

Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama bimbingan dan arahan Bu Ervina, serta doa dan dukungan keluarga, para guru, dan teman-teman di sekolah.

Menurut keduanya, pengalaman mengikuti kompetisi tersebut mengajarkan bahwa keberhasilan membutuhkan kerja keras, persiapan matang, kekompakan tim, dan rasa percaya diri.

Mereka juga menyampaikan pesan kepada adik-adik kelas agar tidak takut memiliki mimpi besar dan berani keluar dari zona nyaman.
Rasa ingin tahu, menurut mereka, perlu terus dipupuk karena menjadi salah satu modal penting dalam proses belajar.
Dengan usaha yang konsisten dan kemauan untuk terus berkembang, setiap siswa memiliki kesempatan untuk mengukir prestasi.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bu Ervina atas kesabaran, arahan, dan motivasi selama proses perlombaan. Apresiasi turut diberikan kepada seluruh guru, sekolah, keluarga, serta teman-teman yang telah memberikan doa dan dukungan.

IMG 20260918 WA0016“Dua prestasi tersebut menunjukkan bahwa ruang pengembangan potensi siswa di SMAK Frateran Surabaya tidak terbatas pada satu bidang. Melalui inovasi teknologi dan logistik hingga kompetisi akademik bidang kedokteran, para siswa mampu membawa nama sekolah ke tingkat nasional.

Capaian Gwen, Alvin, Alfonsius, Marvel, dan Maria sekaligus menjadi pengalaman yang diharapkan dapat menginspirasi siswa lainnya untuk berani mencoba, berproses, dan mengembangkan kemampuan sesuai bidang yang diminati.

Bagi SMAK Frateran Surabaya, prestasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan para siswa dalam membangun karakter, kemampuan akademik, kreativitas, kerja sama, serta semangat untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi melalui karya. (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *