SURABAYA, Nusantaraabadinews.com — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober menjadi momentum penting untuk kembali memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Semangat tersebut turut diwujudkan oleh keluarga besar SMAK Frateran Surabaya dengan mengedepankan persatuan, toleransi, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari upaya bersama membangun negeri.
Kepala SMAK Frateran Surabaya, Fr. William Satel Sura BHK, S.Pd., M.M., menyambut peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis, 1 Oktober 2026, dengan mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan pedoman yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan karakter kebangsaan kepada generasi muda. Para siswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki sikap toleran, menghargai perbedaan, menjunjung persatuan, serta mampu membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan di sekitarnya.
“Pancasila merupakan fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, nilai-nilainya harus terus kita tanamkan kepada generasi muda melalui pendidikan dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Fr. William.
Ia menambahkan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa maupun latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan.
Lingkungan sekolah, lanjutnya, menjadi salah satu ruang penting untuk membiasakan generasi muda hidup dalam suasana keberagaman. Interaksi antara siswa, guru dan seluruh tenaga kependidikan dapat menjadi sarana untuk membangun sikap saling menghormati dan menghargai.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang selama ini dikembangkan di SMAK Frateran Surabaya. Sebagai lembaga pendidikan, sekolah terus mendorong para siswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memiliki kepedulian sosial dan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum untuk mengajak generasi muda agar tidak mudah terpecah oleh berbagai perbedaan maupun informasi yang berpotensi menimbulkan konflik. Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu cepat, kemampuan menyaring informasi serta menjaga sikap bijak menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.
Fr. William berharap, para siswa SMAK Frateran Surabaya dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki wawasan luas, berkarakter, berintegritas, dan tetap memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara.
“Anak-anak muda adalah bagian penting dari masa depan bangsa. Mari kita membangun negeri bersama melalui pendidikan, persaudaraan, toleransi dan semangat gotong royong,” tuturnya.
Lebih jauh, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah untuk terus menghidupkan nilai-nilai Pancasila melalui tindakan nyata.
Mulai dari menghormati guru dan sesama teman, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, membantu mereka yang membutuhkan, menghargai perbedaan pendapat, hingga menjaga persatuan di tengah keberagaman merupakan bentuk sederhana penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat “Bersama Membangun Negeri” pun menjadi pesan penting dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026. Pembangunan bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan dan generasi muda.
Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, keluarga besar SMAK Frateran Surabaya diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif, inklusif dan berkarakter.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 akhirnya menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen bersama bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata.
Dari lingkungan sekolah, generasi muda dipersiapkan untuk menjadi bagian dari masyarakat yang mampu menjaga persatuan, menghargai keberagaman dan turut mengambil peran dalam membangun Indonesia yang lebih baik. (Abie)






