Ketum DPN-PNN Teten Indra Abdillah Serahkan SK DPW-PNN Jawa Timur kepada Cak Bram, Ketua DPW PNN Provinsi Jawa Timur

  • Whatsapp
IMG 20261006 WA0032

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Penguatan struktur organisasi Partai Nasionalis Nusantara (PNN) di Jawa Timur memasuki tahap baru. Ketua Umum DPN PNN, Teten Indra Abdillah, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPW PNN Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan legitimasi, konsolidasi, dan penataan organisasi di wilayah Jawa Timur.

Ketua Umum DPN Partai Nasionalis Nusantara (PNN), Teten Indra Abdillah, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPW PNN Provinsi Jawa Timur kepada Slamet Pramono, yang akrab disapa Cak Bram, sebagai Ketua DPW PNN Provinsi Jawa Timur.

Penyerahan SK tersebut berlangsung di Hotel Singaraja, Jalan Peneleh 60–62, Surabaya, Kamis, 1 Oktober 2026. Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan mandat organisasi sekaligus meneguhkan konsolidasi PNN di Jawa Timur.

SK tersebut menetapkan struktur inti DPW PNN Provinsi Jawa Timur, yakni:

1. Ketua DPW PNN Provinsi Jawa Timur: Slamet Pramono
2. Wakil Ketua I: Hari Setiawan
3. Wakil Ketua II: M. Saiin
4. Sekretaris: Agus Sutikno
5. Wakil Sekretaris: Tutuk Gianto
6. Bendahara: Eka Fitria Agustina
7. Wakil Bendahara: Munjayasi

Penetapan struktur tersebut menjadi pijakan bagi DPW PNN Jawa Timur untuk memperkuat organisasi, membangun konsolidasi internal, menata struktur kepengurusan, memperkuat kaderisasi, serta memperluas jaringan organisasi di seluruh wilayah Jawa Timur.

Teten: SK Adalah Amanah dan Tanggung Jawab

Ketua Umum DPN PNN, Teten Indra Abdillah, menegaskan bahwa penyerahan SK bukan sekadar agenda administratif, melainkan penegasan mandat organisasi yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

«“SK ini adalah amanah dan tanggung jawab. Setelah mandat diberikan, yang dibutuhkan bukan sekadar nama dan jabatan, tetapi kerja organisasi yang nyata. Saya berharap DPW PNN Jawa Timur segera melakukan konsolidasi, memperkuat struktur, membangun kaderisasi, dan memastikan seluruh jajaran bergerak dalam satu garis organisasi,” tegas Teten.»

Menurut Teten, seluruh jajaran yang telah menerima mandat harus mampu bekerja secara kolektif dan saling memperkuat.

«“Setiap posisi memiliki tanggung jawab. Ketua memimpin, wakil ketua membantu memperkuat kerja organisasi, sekretariat memastikan administrasi dan roda organisasi berjalan, sementara bendahara menjaga tertib pengelolaan organisasi. Semua harus bekerja dalam satu kesatuan,” ujarnya.»

Teten berharap PNN Jawa Timur mampu menjadi organisasi politik yang solid, tertib, memiliki kader yang kuat, serta mampu membangun kedekatan dengan masyarakat.

«“Jawa Timur merupakan wilayah strategis. Saya berharap PNN Jawa Timur mampu membangun organisasi yang kuat dari bawah, melakukan konsolidasi secara menyeluruh, dan menghadirkan kerja nyata di tengah masyarakat. Jangan hanya membangun struktur di atas kertas, tetapi bangun organisasi yang benar-benar hidup,” tandasnya.»

Cak Bram: Mandat Ini Harus Dijawab dengan Kerja Nyata

Sementara itu, Ketua DPW PNN Provinsi Jawa Timur, Slamet Pramono alias Cak Bram, menyampaikan bahwa diterimanya SK tersebut merupakan amanah besar yang harus dijawab dengan kerja organisasi.

Cak Bram menegaskan bahwa dirinya bersama jajaran pengurus siap menjalankan mandat DPN PNN dengan mengedepankan soliditas, disiplin, integritas, dan kerja nyata.

«“SK ini bukan sekadar selembar keputusan. Di dalamnya ada mandat dan tanggung jawab. Karena itu, kami akan menjalankannya dengan sungguh-sungguh. Setelah ini tidak ada waktu untuk berdiam diri. Kita harus bekerja, melakukan konsolidasi dan membangun PNN Jawa Timur secara bersama-sama,” tegas Cak Bram.»

Ia menekankan bahwa seluruh jajaran pengurus harus memahami bahwa struktur yang telah ditetapkan merupakan satu kesatuan organisasi.

«“Tidak ada ruang untuk berjalan sendiri-sendiri. Ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara dan wakil bendahara adalah satu kesatuan. Kita harus bergerak dalam satu koordinasi, satu garis organisasi dan satu tujuan untuk membesarkan PNN di Jawa Timur,” ujarnya.»

Cak Bram menyatakan bahwa agenda awal DPW PNN Jawa Timur akan difokuskan pada penguatan struktur, konsolidasi internal, kaderisasi dan perluasan komunikasi dengan masyarakat.

«“Kami akan merapikan organisasi dari tingkat DPW sampai ke bawah. Struktur harus jelas, kader harus dipersiapkan, komunikasi harus diperkuat dan seluruh jajaran harus memahami tugas serta tanggung jawabnya. Organisasi yang kuat tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses, disiplin dan kerja nyata,” ungkapnya.»

Lebih lanjut, Cak Bram mengajak seluruh jajaran PNN Jawa Timur untuk mengesampingkan ego pribadi maupun kepentingan kelompok dan mengutamakan kepentingan organisasi serta masyarakat.

«“Mari kita tinggalkan ego pribadi dan kepentingan kelompok. Kita satukan langkah, kita kuatkan kebersamaan dan kita bangun organisasi yang memiliki akar kuat di tengah masyarakat. Politik jangan hanya berhenti pada wacana. Politik harus dibuktikan melalui kerja nyata dan keberpihakan terhadap aspirasi masyarakat,” tegasnya.»

Cak Bram juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin kepengurusan yang telah ditetapkan berhenti pada seremoni penyerahan SK.

«“Hari ini SK sudah diterima. Besok adalah waktunya bekerja. Kita harus membuktikan bahwa mandat ini benar-benar dijalankan. PNN Jawa Timur harus hadir, bergerak dan bekerja bersama masyarakat,” pungkas Cak Bram.»

Penyerahan SK tersebut menjadi momentum penting bagi DPW PNN Provinsi Jawa Timur untuk memasuki fase baru konsolidasi organisasi, dengan fokus pada penguatan struktur, kaderisasi, soliditas internal, disiplin organisasi, dan kerja nyata di tengah masyarakat.

Satu mandat, satu struktur, satu koordinasi, dan satu langkah untuk membangun PNN Jawa Timur. (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *