Kampung Pesilat Harmonis, Pemkab Madiun Perkuat Persaudaraan Antarperguruan di Pilangkenceng

  • Whatsapp
Foto: Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi dalam Sarasehan Harmonisasi Kampung Pesilat di Kecamatan Pilangkenceng.
Foto: Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi dalam Sarasehan Harmonisasi Kampung Pesilat di Kecamatan Pilangkenceng.

MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus memperkuat budaya damai, menjaga kerukunan, dan membangun persaudaraan antarperguruan pencak silat. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Sarasehan Harmonisasi Kampung Pesilat Kecamatan Pilangkenceng bersama Kepala Daerah Kabupaten Madiun yang digelar di Pendopo Kantor Kecamatan Pilangkenceng, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, serta unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan perwakilan perguruan pencak silat.

Bacaan Lainnya

Sarasehan tersebut menjadi ruang komunikasi dan dialog untuk memperkuat sinergi antarelemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas wilayah. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai luhur pencak silat sebagai warisan budaya yang harus dijaga bersama.

Foto: Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi dalam Sarasehan Harmonisasi Kampung Pesilat di Kecamatan Pilangkenceng.
Foto: Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi dalam Sarasehan Harmonisasi Kampung Pesilat di Kecamatan Pilangkenceng.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan, Kabupaten Madiun telah memiliki Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 48 Tahun 2025 tentang Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia. Regulasi tersebut menjadi landasan dalam memperkuat kerukunan antarperguruan, menciptakan situasi wilayah yang kondusif, sekaligus mengembangkan potensi pencak silat sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Menurutnya, terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan. Karena itu, seluruh perguruan pencak silat diharapkan dapat menjaga persaudaraan, mengedepankan sikap saling menghormati, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman.
“Harapan kami ini betul-betul bisa mewujudkan Kabupaten Madiun yang guyub rukun, yang kondusif di antara kita semua. Makanya kami berharap karena kami yakin dengan kondisi yang kondusif, dengan guyub rukun, kita itu bisa membangun Kabupaten Madiun itu lebih baik,” ungkap Bupati.

Pemerintah Kabupaten Madiun berharap semangat guyub rukun tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, keberagaman perguruan pencak silat dapat menjadi kekuatan sosial untuk mendukung kemajuan daerah, bukan menjadi sumber perpecahan.

Foto: Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi dalam Sarasehan Harmonisasi Kampung Pesilat di Kecamatan Pilangkenceng.
Foto: Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi dalam Sarasehan Harmonisasi Kampung Pesilat di Kecamatan Pilangkenceng.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menekankan pentingnya komunikasi yang efektif, toleransi, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban wilayah.

Melalui Paguyuban Kampung Pesilat, komunikasi antarperguruan diharapkan semakin terbuka sehingga potensi konflik dapat dideteksi sejak dini. Apabila muncul persoalan atau perselisihan, penyelesaiannya perlu mengedepankan dialog, musyawarah, dan semangat persaudaraan.

Menurut Purnomo Hadi, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan keterlibatan sektor swasta dan masyarakat agar upaya meningkatkan kesejahteraan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Suatu daerah akan maju ada 3 komponen yang berperan: pertama adalah pemerintah (government); yang kedua adalah private sector, itu pengusaha; yang ketiga adalah civil society, itu masyarakat. Ayo kita bareng-bareng, kita jaga kondusivitas supaya nanti pembangunan dan kesejahteraan di tempat kita, di masyarakat kita nanti akan sejahtera,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa stabilitas sosial dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, perguruan pencak silat, dan masyarakat perlu membangun sinergi agar pembangunan dapat berlangsung dengan baik.

Melalui Sarasehan Harmonisasi Kampung Pesilat di Kecamatan Pilangkenceng, Pemkab Madiun berharap seluruh perguruan pencak silat semakin memperkuat persaudaraan, menaati aturan, dan menjaga komitmen terhadap keamanan serta ketertiban masyarakat.

Sinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat juga diharapkan mampu mencegah potensi gesekan serta menciptakan mekanisme penyelesaian persoalan secara damai.

Pencak silat tidak hanya menjadi identitas budaya Kabupaten Madiun, tetapi juga memiliki nilai persaudaraan, kedisiplinan, penghormatan, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut perlu terus ditanamkan agar keberadaan berbagai perguruan dapat memperkuat persatuan masyarakat.

Dengan terjaganya kondusivitas wilayah, Kabupaten Madiun diharapkan semakin mampu menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan mendukung percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kampung Pesilat Indonesia bukan sekadar identitas daerah, melainkan komitmen bersama untuk merawat persaudaraan, menolak perpecahan, dan menjadikan pencak silat sebagai kekuatan pemersatu masyarakat Kabupaten Madiun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *