Muhibah Budaya Madiun di Kulon Progo, Dongkrek dan Pencak Silat Perkenalkan Identitas Daerah

  • Whatsapp
Foto: Pertunjukan seni Dongkrek Kabupaten Madiun dalam kegiatan muhibah budaya di Sanggar Seni Oemah Pentol, Kulon Progo, Oktober 2026.
Foto: Pertunjukan seni Dongkrek Kabupaten Madiun dalam kegiatan muhibah budaya di Sanggar Seni Oemah Pentol, Kulon Progo, Oktober 2026.

KULON PROGO, Nusantaraabadinews.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun menggelar kegiatan muhibah budaya bertajuk *“Pesona Kabupaten Madiun, Kampung Pesilat Indonesia”* di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat hingga Sabtu, 23–24 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan kekayaan seni tradisional, identitas budaya, serta produk unggulan khas Kabupaten Madiun kepada masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, dua kesenian yang menjadi sorotan adalah seni tradisional Dongkrek dan pencak silat. Keduanya ditampilkan di dua lokasi berbeda, yakni Sanggar Seni Oemah Pentol untuk pertunjukan Dongkrek dan Pendopo Taman Budaya Kulon Progo untuk kegiatan yang menampilkan seni pencak silat melalui talkshow.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, S.Pd., M.Pd., hadir bersama jajaran dinas, termasuk bidang kebudayaan beserta staf serta bidang SMP dan jajarannya. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari Kabupaten Kulon Progo, tokoh seni, dan masyarakat setempat yang turut menyaksikan rangkaian pertunjukan budaya tersebut.

Pertunjukan seni Dongkrek di Sanggar Seni Oemah Pentol menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian muhibah budaya tersebut. Kesenian tradisional yang dikenal sebagai salah satu ikon budaya Kabupaten Madiun ini diperkenalkan kepada masyarakat Kulon Progo sebagai upaya memperluas pengenalan terhadap warisan budaya daerah.

Foto: Pertunjukan seni Dongkrek Kabupaten Madiun dalam kegiatan muhibah budaya di Sanggar Seni Oemah Pentol, Kulon Progo, Oktober 2026.
Foto: Pertunjukan seni Dongkrek Kabupaten Madiun dalam kegiatan muhibah budaya di Sanggar Seni Oemah Pentol, Kulon Progo, Oktober 2026.

Selain Dongkrek, pencak silat juga mendapat ruang dalam kegiatan yang digelar di Pendopo Taman Budaya Kulon Progo. Melalui format talkshow yang menampilkan seni pencak silat, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang pengenalan terhadap tradisi bela diri yang telah melekat dengan identitas Kabupaten Madiun.

Keterlibatan peserta dari SMAN 1 Saradan turut menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Partisipasi ini mencerminkan keterlibatan unsur pendidikan dalam upaya mengenalkan dan melestarikan kesenian tradisional kepada generasi muda.

Muhibah budaya ini tidak hanya berfokus pada seni pertunjukan. Pemerintah Kabupaten Madiun juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkenalkan berbagai produk asli daerah, di antaranya pecel dan brem yang telah dikenal sebagai bagian dari kekayaan kuliner khas Madiun.

Melalui pengenalan seni, tradisi, dan produk lokal secara bersamaan, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat mengenai potensi Kabupaten Madiun. Pendekatan tersebut sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara pelaku seni, pemerintah daerah, serta masyarakat dari kedua wilayah.

Kehadiran jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun bersama perwakilan Kabupaten Kulon Progo menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antardaerah melalui kegiatan kebudayaan.

Muhibah budaya bertajuk *“Pesona Kabupaten Madiun, Kampung Pesilat Indonesia”* menjadi salah satu bentuk pengenalan kekayaan budaya daerah di luar wilayah asalnya. Melalui pertunjukan Dongkrek, pencak silat, serta pengenalan produk unggulan, Kabupaten Madiun berupaya memperkenalkan identitas lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dilaporkan berjalan lancar dan sukses. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pelestarian seni tradisional, penguatan identitas daerah, dan perluasan promosi potensi budaya Kabupaten Madiun di tingkat nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *