MALANG, Nusantaraabadinews.com – Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM Universitas Airlangga menyelenggarakan Brewvolution, kegiatan pengembangan kopi bersama petani dan warga, sebagai bagian dari rangkaian Srawung Desa 2026 di Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Edi Kuncoro dari Punjer’e Kopi sebagai pembicara dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengolahan dan pemasaran kopi agar potensi desa dapat berkembang lebih optimal.
Desa Ngajum memiliki kebun kopi yang melimpah, dengan biji kopi jenis robusta dan arabika. Namun, sejumlah warga setempat masih belum dapat mengolah hasil panennya secara optimal karena keterbatasan teknologi yang tersedia di desa. Untuk itu, BEM Universitas Airlangga lewat program Srawung Desa menghadirkan Edi Kuncoro dengan harapan dapat memberikan wawasan mengenai cara mengelola kopi dengan lebih baik.
Brewvolution dilaksanakan di Balai Desa dan diikuti oleh sejumah peserta yang terdiri dari petani kopi, perangkat desa, pemuda desa. Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 WIB.
Dalam pemaparannya, Edi Kuncoro membahas materi pengolahan pascapanen, standar kualitas biji kopi, teknik penyeduhan, dan strategi pemasaran. Edi Kuncoro berharap warga Desa Ngajum dapat mengembangkan kopi dengan baik. Ia menilai desa tersebut memiliki potensi yang besar untuk menjadi sentra kopi yang berkualitas. “Saya melihat desa ini punya potensi yang sangat besar. Harapan saya, warga bisa memanfaatkannya dan mengembangkan kopinya dengan baik,” ujarnya.
selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi praktik menyeduh kopi, cupping Bersama dan sesi tanya jawab bersama pemateri. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari pengolahan biji kopi hingga cara memasarkan hasil panen, serta keterlibatan aktif mereka saat mencoba langsung teknik penyeduhan.
Sementara itu, Ketua Kelompok Wanita Tani, Sunti, mengaku mudah memahami materi yang disampaikan Edi Kuncoro. Setelah mengikuti kegiatan ini, ia bertekad mengembangkan kopinya agar menjadi lebih baik. “Materinya mudah dipahami, jadi saya semangat untuk mengembangkan kopi saya supaya lebih baik lagi,” ujarnya.
Melalui Brewvolution, penyelenggara berharap kopi Ngajum dapat berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BEM Universitas Airlangga untuk hadir dan berkontribusi langsung bagi masyarakat desa. (Red)
Penulis : Hasya Alia Haziqa Faisal






