SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Kebahagiaan menyelimuti keluarga Bapak Risky Ragil dan Ibu Dian Emiliyani pada hari Minggu, 18 Mei 2025, saat menggelar walimatul khitan bagi putra tercintanya. Acara ini berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur di kediaman mereka di Jalan Krembengan Bhakti X, RT 10 RW 02, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Kota Minggu, (18/5/2025).
Walimatul khitan atau yang akrab disebut sebagai pesta sunatan, merupakan tradisi sakral dalam budaya Islam yang tidak hanya menandai momen penting dalam perjalanan hidup anak laki-laki menuju kedewasaan, namun juga sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT atas kelancaran proses khitan.
“Alhamdulillah, putra kami telah di-khitan dengan selamat. Kami bersyukur atas kelancaran semuanya.” ujar Bapak Risky Ragil dalam pernyataannya saat ditemui di sela-sela acara tasyakuran.

Selain sebagai bentuk rasa syukur, acara walimatul khitan ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar keluarga, sahabat, dan masyarakat sekitar. Kebersamaan dan doa dari para tamu undangan memberikan makna tersendiri bagi keluarga besar Bapak Risky Ragil.
Ustadz Rozak, yang hadir dan turut memimpin doa bersama dalam acara tersebut, menyampaikan rasa terima kasih mewakili keluarga tuan rumah.
“Kami, atas nama keluarga besar Bapak Risky Ragil dan Ibu Dian Emiliyani, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam acara khitanan ini,” tutur Ustadz Rozak.
Tak lupa, beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kerabat atau rekan yang belum sempat terdata dalam undangan.
“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kerabat yang belum menerima undangan secara langsung. Semoga niat baik ini tetap membawa keberkahan bagi semua,” pungkasnya.
Dalam suasana penuh haru dan suka cita, hadirin turut memanjatkan doa agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang shaleh, berbakti kepada orang tua, dan senantiasa berada di jalan agama Islam. Tradisi walimatul khitan seperti ini menjadi bagian penting dalam budaya keislaman masyarakat Indonesia yang masih terus terjaga hingga kini.(**)






