GATI Hadir di Surabaya, Bukti Nyata Komitmen Pemerintah dan DPR RI Perangi Stunting

  • Whatsapp
Img 20250519 Wa0030
Peluncuran program GATI oleh BKKBN di Surabaya dalam rangka pencegahan stunting nasional

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com — Pemerintah resmi meluncurkan program terobosan bernama GATI (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Indonesia) sebagai langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045. Program ini digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai jawaban konkret atas tantangan serius bangsa: stunting.

Peluncuran GATI berlangsung semarak dalam rangkaian Sosialisasi Program Bangga Kencana di Lapangan Kepo, Kelurahan Dr. Soetomo, Surabaya. Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, DPR RI, dan masyarakat dalam menggerakkan perubahan nyata demi masa depan bangsa.

Img 20250519 Wa0030
Peluncuran program GATI oleh BKKBN di Surabaya dalam rangka pencegahan stunting nasional

Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Arzeti Bilbina, M.A.P., menegaskan pentingnya pelibatan ayah dalam pengasuhan anak. Menurutnya, stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh peran ibu semata.

“Seorang ibu memang hebat, tapi generasi kuat tidak cukup hanya dengan peran ibu. Butuh sinergi ayah dan ibu, karena stunting bukan hanya soal gizi, ini tentang masa depan anak-anak kita,” tegas Arzeti di hadapan ratusan peserta.

Arzeti juga mengapresiasi Pemerintah Kota Surabaya yang dinilai sebagai pionir dalam berbagai terobosan program penurunan stunting. Ia menyoroti keberadaan Kader Surabaya Hebat yang aktif hingga ke level RT/RW, menjadi garda depan penanggulangan stunting.

“Boleh mengapresiasi tinggi, Surabaya itu kalau memulai atau pendahuluan tentang terobosan baru itu paling komitmen. Ketika bicara vaksin dan stunting, Surabaya duluan daripada daerah lainnya,” ungkapnya.

GATI hadir sebagai paradigma baru pengasuhan keluarga. Program ini memposisikan ayah sebagai aktor kunci dalam tumbuh kembang anak. Aninda Rose Novila dari BKKBN Jawa Timur menegaskan pentingnya peran ayah sebagai figur teladan dan pelindung utama anak sejak usia dini.

“Kehadiran ayah sangat penting. Ayah adalah role model pertama bagi anak, pelindung utama, dan kekuatan yang dibutuhkan anak sejak usia dini,” jelasnya.

Melalui GATI dan program pendampingnya, BKKBN juga meluncurkan Program Nutrisi Gratis untuk bayi usia 0–2 tahun, menyasar masa krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ratna Juwita Razak, Pranata Humas Ahli Madya BKKBN Pusat, menyatakan bahwa program ini bukan sekadar intervensi, melainkan investasi jangka panjang bangsa.

“Ini bukan sekadar program, ini adalah investasi negara untuk masa depan yang tak bisa ditunda,” tandasnya.

Tingginya antusiasme warga Surabaya pada sosialisasi GATI menunjukkan bahwa kesadaran terhadap bahaya stunting semakin kuat. Program ini menyentuh semua siklus kehidupan manusia, dari edukasi pranikah, masa kehamilan, hingga pendampingan lansia.

Data mencatat prevalensi stunting nasional terus menurun: dari 37,2 persen (2013) menjadi 30,8 persen (2018), dan ditargetkan mencapai 19,4 persen pada 2025. Namun target ideal dari WHO tetap berada di bawah 20 persen, yang berarti perjuangan masih panjang.

“Prevalensi stunting kita menurun bahkan di tengah pandemi. Bayangkan jika kondisi normal. Lewat program-program baru ini, kita pastikan target WHO bukan mimpi, tapi keniscayaan,” ucap Ratna Juwita dengan optimisme.

GATI hadir sebagai gerakan sosial berskala nasional. Ia menuntut keterlibatan semua pihak — negara, keluarga, dan masyarakat. Mencegah stunting bukan hanya urusan gizi, tapi soal menciptakan masa depan bangsa yang kuat, sehat, dan cerdas.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *