SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Polda Jawa Timur melalui Bidang Humas resmi menggelar KreaFest Polda Jatim 2026, sebuah kompetisi video berbasis Artificial Intelligence (AI) yang terbuka bagi seluruh masyarakat Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus upaya mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan secara positif, kreatif, dan bertanggung jawab.
Melalui ajang tersebut, Polda Jatim ingin meningkatkan literasi digital masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kabid Humas Polda Jatim, Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan harus disikapi secara bijak agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, KreaFest Polda Jatim 2026 menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menyampaikan berbagai pesan edukatif melalui karya digital yang menarik dan mudah dipahami.
“Melalui KreaFest Polda Jatim 2026, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence secara positif, kreatif, dan bertanggung jawab,” kata Kombes Pol Abast, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, AI tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk menyampaikan pesan keselamatan, pelayanan publik, literasi digital, hingga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai isu sosial.
“Teknologi AI harus dimanfaatkan untuk menghasilkan karya yang memberikan dampak positif. Melalui kompetisi ini, kami berharap muncul berbagai ide kreatif yang mampu menyampaikan pesan-pesan edukatif dengan cara yang menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, peserta diwajibkan membuat video berdurasi 1 hingga 2 menit yang seluruh atau sebagian proses produksinya memanfaatkan teknologi AI.
Peserta dapat menggunakan berbagai platform pendukung seperti AI Image Generator, AI Video Generator, AI Voice Over, AI Animation, maupun AI Editing Tools untuk menghasilkan karya yang inovatif dan berkualitas.
Panitia mendorong peserta mengangkat berbagai tema edukatif yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Beberapa subtema yang dapat dipilih antara lain bahaya judi online, kekerasan seksual, cyber bullying, serta berbagai isu sosial lainnya yang relevan dengan kondisi saat ini.
Pendaftaran sekaligus pengumpulan karya dibuka mulai 4 hingga 22 Juni 2026. Sebelumnya, sosialisasi kompetisi telah dilaksanakan pada 9 Juni 2026.
Selanjutnya, panitia akan mengumumkan 10 karya terbaik dari setiap kategori pada 25 Juni 2026. Para finalis kemudian akan mengikuti tahap presentasi sebelum pengumuman pemenang yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2026.
Untuk menjaga kualitas karya dan etika penggunaan teknologi digital, panitia menetapkan sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi peserta.
Video yang dilombakan tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi, ujaran kebencian, plagiarisme, simbol-simbol terlarang, maupun kekerasan ekstrem. Selain itu, penggunaan teknologi deepfake terhadap individu tanpa persetujuan yang sah juga dilarang.
Kompetisi ini hanya diperuntukkan bagi warga Jawa Timur yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP Jawa Timur. Adapun karya yang diikutsertakan harus berformat MP4 atau MOV dengan resolusi minimal HD 720p hingga Full HD 1080p, menggunakan rasio vertikal 9:16, serta dapat menggunakan Bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.
Peserta juga diwajibkan mengunggah karya melalui platform Instagram dan TikTok, mengikuti akun resmi penyelenggara, serta menyertakan tagar yang telah ditentukan panitia.
Kombes Pol Abast menegaskan bahwa KreaFest Polda Jatim 2026 merupakan bentuk adaptasi Polri terhadap perkembangan teknologi digital yang terus berkembang.
“Kompetisi ini menjadi salah satu bentuk adaptasi Polri terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Di sisi lain, kegiatan ini juga merupakan upaya untuk mendorong pemanfaatan teknologi secara etis, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif, Polda Jatim berharap dapat membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat literasi digital di era kecerdasan buatan.
“Kami berharap lahir karya-karya kreatif yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki pesan yang kuat, edukatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Kombes Pol Abast.






