Rapat Kerja Cabang BPC PERADIN Surabaya 2025: Konsolidasi dan Ekspansi Organisasi Advokat

  • Whatsapp
Img 20250524 Wa0053
Rakercab BPC PERADIN Surabaya 2025 - Kolaborasi Advokat dan Ormas di Stay.Vie Hotel

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Badan Pengurus Cabang Persatuan Advokat Indonesia (BPC PERADIN) Surabaya kembali menunjukkan taringnya dalam memperkuat eksistensi organisasi dengan menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) pada Sabtu, 24 Mei 2025. Acara ini berlangsung di Stay.Vie Hotel Surabaya dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus serta sejumlah tamu undangan dari berbagai organisasi masyarakat.

Rakercab kali ini mengusung tema “Eksistensi dan Konsolidasi Menuju Kejayaan Peradin”, sebagai upaya konkret merumuskan rencana kerja strategis untuk masa kepengurusan ke depan.

Bacaan Lainnya
Img 20250524 Wa0053
Rakercab BPC PERADIN Surabaya 2025 – Kolaborasi Advokat dan Ormas di Stay.Vie Hotel

Yang membedakan Rakercab 2025 ini dari sebelumnya adalah kehadiran banyak perwakilan organisasi masyarakat. Di antaranya Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sawahan, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Surabaya, Persatuan Pambiworo Indonesia, Majelis Hukum dan HAM Posbakum PDA, Persatuan Pedalangan Indonesia, Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia, serta sektor swasta seperti PT Gerbang Sukses Property.

Kolaborasi tersebut dikukuhkan lewat penandatanganan MoU antara BPC PERADIN Surabaya dengan seluruh pihak terkait, sebagai bentuk komitmen membangun kerja sama lintas sektor dalam hal bantuan hukum dan penguatan masyarakat sipil.

Ketua BPW PERADIN Jawa Timur, Drs. Ec. Bambang Rudiyanto, S.H., M.H., secara resmi membuka acara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga terhadap capaian BPC PERADIN Surabaya.

“Saya bangga dengan pengurus BPC Peradin Surabaya. Secara profesional menjalankan organisasi dengan menggelar Rakercab. BPC Peradin Surabaya maju dengan pesat, eksistensinya diakui di semua lini, termasuk di Kepolisian, Pengadilan, hingga Kejaksaan,” ujar Bambang Rudiyanto.

Ia menekankan pentingnya soliditas internal dan koordinasi intensif antaranggota demi menghasilkan program kerja yang berdampak nyata, baik bagi organisasi maupun masyarakat luas.

Ketua BPC PERADIN Surabaya, Maksum Rosadin, S.H., M.H., menegaskan visinya untuk semakin mengenalkan PERADIN ke lembaga dan organisasi di wilayah Surabaya. Selain pendekatan langsung, pihaknya juga aktif melalui kanal media sosial seperti YouTube, TikTok, dan Instagram.

“Sosialisasi di media sosial ini penting dan merupakan keniscayaan. Setiap orang punya HP dan media sosial. Itu jadi sarana efektif mengenalkan kegiatan PERADIN,” ujarnya.

Saat ini, BPC PERADIN Surabaya memiliki 178 anggota advokat, dengan target ambisius merekrut hingga 1.000 advokat. Perekrutan dilakukan dengan seleksi ketat, termasuk verifikasi Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan proses maintenance berkelanjutan.

Tak hanya berfokus pada internal organisasi, BPC PERADIN Surabaya juga menyiapkan program pelatihan paralegal bagi masyarakat. Menurut Maksum, kehadiran paralegal penting untuk memperkuat akses hukum masyarakat di ranah non-litigasi.

Sementara itu, Kicuk Hariawan dari Persatuan Pambiworo Indonesia Jawa Timur yang turut menandatangani MoU menyampaikan harapannya:

“Kami bahagia bisa MoU dan dapat pencerahan dari PERADIN. Kerjasama ini bisa berjalan dengan baik. PERADIN tetap jaya, melindungi dan membantu masyarakat Indonesia.”

Sejumlah tokoh penting hadir dalam Rakercab, termasuk Sekretaris BPW PERADIN Jatim Noveriana Erin, Wakil Ketua Komisi Media dan Publikasi Dodik Firmansyah, S.H., serta Ketua Dewan Penasehat Tjuk Harijono. Dari kalangan tamu undangan, tampak Drs. H. Ahmad Wahyudi, M.Pd. (MWC NU), Eli Rodifah, S.H. (Posbakum PDA), I. Fatur Rosida (PT Gerbang Sukses Property), serta tokoh-tokoh dari berbagai organisasi budaya dan kepercayaan di Surabaya.

Dengan spirit konsolidasi dan ekspansi, BPC PERADIN Surabaya meneguhkan misinya untuk “mem-PERADIN-kan Surabaya”, sebagaimana arahan Ketua BPW PERADIN Jawa Timur. Langkah strategis, kolaborasi lintas sektor, dan adaptasi teknologi menjadi bekal kuat mewujudkan cita-cita tersebut.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *