Melalui Pendidikan, Kampus Jadi Penguat Jaminan Sosial

  • Whatsapp
Img 20250816 Wa0126

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Pemerintah bersama BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan menggandeng 16 perguruan tinggi untuk mengintegrasikan materi jaminan sosial ke dalam kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia.

Integrasi jaminan sosial ini merupakan program penguatan ekosistem jaminan sosial melalui pendidikan di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Bacaan Lainnya

Peluncuran program yang baru pertama di lingkungan pendidikan ini disaksikan langsung Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.

“Kita berharap perguruan tinggi, akademisi, ilmuwan menjadi bagian dari ekosistem yang memperkuat perkembangan jaminan sosial nasional,” terang Muhaimin Iskandar, Jumat (15/08/25).

Muhaimin juga menjelaskan, jaminan sosial berkembang pesat di banyak negara berkat riset, kajian ilmiah, dan SDM pelaksana yang disiapkan sejak di bangku kuliah.

Dengan menggandeng kampus, dia optimis akan muncul inovasi teknologi, kurikulum baru, dan penelitian yang langsung mendukung penguatan sistem jaminan sosial.

“Ekosistem baru ini akan tumbuh menjadi bagian dari ilmu pengetahuan kita. Sekaligus, melahirkan kemajuan teknologi,” ujarnya.

Menteri yang biasa disapa Cak Imin ini menegaskan, jaminan sosial bukan sekadar program, melainkan hak setiap warga negara. Sehingga, pengenalannya harus dilakukan sejak dini untuk membangun kesadaran kolektif. Jaminan sosial mencakup perlindungan warga dari risiko kehidupan.

“Mulai dari jaminan kesehatan nasional (JKN), jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kehilangan pekerjaan (JKP), jaminan hari tua (JHT), jaminan pensiun (JP), hingga jaminan kematian,” jelasnya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti mengatakan, mahasiswa perlu dibekali pemahaman agar menjadi agen perubahan di keluarga, kampus, dan masyarakat.

Pengenalan kurikulum jaminan sosial akan mendorong penelitian yang berorientasi pada peningkatan mutu layanan, efisiensi biaya, dan perluasan cakupan JKN.

“Per 1 Agustus, peserta JKN sudah mencapai 281,13 juta orang,” kata Ghufron.

Ditambahkab Ghufron, big data BPJS Kesehatan dapat dimanfaatkan akademisi untuk riset dan kebijakan berbasis bukti. Dengan begitu, dapat menjadi ruang berbagi masukan, pengalaman, dan strategi implementasi terkait pelaksanaan.

“Sekaligus memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik,” tambahnya.

Rektor Unair Madyan menyebut bahwa Mahasiswa baru Unair saat ini dipastikan juga sudah akan memulai menerima mata kuliah berbasis jaminan sosial. Diantaranya mata kuliah Komunikasi Kesehatan dan Layanan Dasar Kesehatan.

“Mari bersama membangun SDM unggul agar sistem jaminan sosial berjalan optimal,” pungkasnya.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *