Tuban -Dalam acara penutupan HUT Kemerdekaan RI ke 80 tahun, Pemkab Tuban melalui Dinas pariwisata bekerja sama dengan Dinas pendidikan serta melibatkan seluruh jajaran institusi Polres ,Polsek kota,Satpol PP,Koramil , Dinas perhubungan,serta seluruh elemen masyarakat.
Acara festival karnival 2025 yang di ikuti oleh 26 peserta dengan tema “Magical off Nusantara” ,kegiatan di gelar start mulai depan pendopo agung alun alun kota tuban bumi wali.
Peserta Festival dari berbagai sekolah sekolah,antra lain SMAN 4,SMKN I,Sekolah luar biasa ( SLB ) SMPN 1 Tuban,bahkan juga di ikuti ibu ibu pkk serta semua elemen masyarakat se kecamatan Tuban.
mereka memakai kostum merak urak, montong,bancar,plumpang,kerek,
peserta sangat antusias mengikuti festival karnival yang di adakan oleh dinas pariwisata bumi wali tuban.
Dalam giat tersebut rute yang di lewati peserta jalan veteran,jalan basra ( basuki rahmat) dan jalan sunan kalijogo finish di depan GOR Rangga Jaya bumi wali tuban.
dalam acara ini juga melibatkan 260 PKL yang sengaja di peruntukan untuk menambah meningkatkan perekonomian kalangan masyarakat khususnya bumi wali tuban.
para penggujung tumpah Ruah memadati alun alun kota Tuban,penonton tidak hanya dari kota tuban itu sendiri, ada yang dari kota soto lamongan, dari kota angling darmo bojonegoro.
bahkan ada yang datang dari kota jepara.
Acara sangat meriah dengan kehadiran penambuh drum band yang sudah di siapkan di garis finish .
Seluruh kalangan masyarakat yang ikut hadir memberikan apresiasi , begitu antusias
Acara semakin meriah di iringi oleh penampilan band bumi wali.
Dinas pariwisata juga memberikan penghargaan serta hadiah untuk juara 1,2 dan 3 serta 5 peserta untuk kategori lainnya,
Dinas pariwisata menambahkan “untuk tahun depan semoga bisa lebih banyak lagi untuk peserta festival karnivalnya agar bisa menjadi icon bumi wali kota tuban bahkan bisa di terima di mancanegara “,imbunya yang tidak mau di sebutkan namanya.
Acara Festival karnival tidak hanya menyuguhkan deretan seni,budaya dan kreatifitas dari masyarakat ,tetapi juga berfungsi sebagai promosi pariwisata serta sarana untuk mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.(yoyok isgandah)






