Akuaponik Cerdas Berbasis IoT Karya Mahasiswa PENS

  • Whatsapp
Img 20251016 Wa0094

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Mahasiswa berprestasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Dafit Ody Endriantono dan M. Krisnanda Vilovan, sukses mengembangkan inovasi di dunia pertanian.

Keduanya memaparkan inovasi Aquaculture, APENS-IOT kepada komunitas Inisiatif Bangkalan dan beberapa orang penggiat hidroponik Bangkalan.

Bacaan Lainnya

Pengurus Inisiatif Bangkalan, Ardhan Izzanul menyampaikan jika komunitasnya cukup aktif mengerakkan masyarakat agar peduli terhadap lingkungan.

“Selain ingin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, saat ini kami juga melakukan edukasi pengelolaan sampah dan pengembangan kebun organik,” kata Ardhan.

Ardhan pun bersemangat saat mengetahui Ody mengembangkan inovasi terkait pemantauan kondisi tanaman sekaligus pengelolaan pakan ikan.

Apalagi, semuanya dioperasikan secara otomatis, dan terintegrasi Android pada Sistem Aquaponik.

“Pertanian urban atau urban farming akhir-akhir ini menjadi hal yang sangat menarik bagi masyarakat di perkotaan. Di Bangkalan kami juga mulai mengenalkan sekaligus mengajak masyarakat untuk menjadi petani urban, yang dapat memenuhi kebutuhan bahan makanan, seperti sayuran, buah dan bahkan protein hewani melalui peternakan,” terangnya.

Selama satu jam, Ody memaparkan inovasinya sambil berdiskusi dengan anggota komunitas. Berbagai pertanyaan sekaligus masukkan pun diterima, dibahas bahkan dicatatnya.

Walaupun APENS-IOT telah diimplementasikan di kebun SerPis di daerah Jemursari Surabaya, namun kondisi lingkungan yang berbeda, membutuhkan adanya pengkondisian, seperti di Bangkalan.

Pasca kegiatan itu, Ody pun melakukan perbaikan dan perbaruan beberapa hal agar inovasinya dapat lebih diimplementasikan, sebagaimana masukan yang diterimanya.

Beberapa perbaikan itu diantaranya,
perbaikan pada sistem prototype, yang dibuat lebih stabil dan tahan lama. Mengingat sebelumnya, sering terjadi error/ gangguan pasca digunakan beberapa kali.

Kemudian pemutakhiran pemantauan melalui aplikasi, menjadi sepenuhnya Internet of Things (IoT) sehingga memudahkan akses pengguna.

Tidak hanya itu, Ody dan rekannya juga menyiapkan sebuah manual book untuk petani akuaponik pemula, yang memuat panduan bertani akuaponik dengan cara yang sederhana, lengkap dengan rekomendasi bibit tanaman dan ikan, beserta takaran pakannya.

“Ada tantangan baru, agar motivasi petani pemula ini tetap terjaga dengan baik untuk keberlanjutan pertanian itu sendiri. Mengingat biasanya petani pemula tinggi tingkat kerawanan gagal,” kata Ody.

Hal ini menjadi perhatian tersendiri, terkait edukasi pertanian urban dan teknologinya, menuju kemandirian pangan.

Apalagi jika ke depan, hasil dari pertanian urban ini dapat dinikmati oleh makin banyak orang, atau bahkan menjadi komoditi yang bisa diperjual belikan.

Menurutnya, ke depan jika implementasi APENS-IOT ini makin digalakkan dengan skala yang lebih besar, tentunya akan mendukung hasil pertanian yang melimpah.

Dan ini menandakan inovasi yang makin membumi serta membawa dampak luas bagi masyarakat.

“Saya sangat senang mendapat kesempatan bisa mempresentasikan inovasi saya kala itu. Dan sungguh di luar dugaan saya kegiatan ini benar-benar membawa manfaat. Saya bertemu banyak guru dan pelaku pertanian dan peternakan urban di sana,” terang mahasiswa semester 7 ini.

Meski telah berselang 2 bulan, namun Ody menyampaikan jika komunikasinya dengan pihak komunitas Inisiatif Bangkalan masih terjalin dengan baik.

“Kemarin kami baru saling kontak. Dan sudah terinfokan juga beberapa hal yang menjadi perhatian sekaligus perbaikan APENS-IOT. Alhamdulillah, sejauh ini belum ada tanggapan lagi. Semoga ke depan ada kesempatan untuk berkunjung ke sana lagi,” tuturnya.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *