MALANG, Nusantaraabadinews.com – TC Invest atau Koperasi Jasa Tri Capital Investama terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Sebagai lembaga keuangan berbasis teknologi digital (4.0) yang berbadan hukum koperasi, TC Invest hadir dengan misi memberdayakan masyarakat melalui kemudahan investasi, layanan simpanan, serta penguatan pendanaan mikro yang profesional dan terintegrasi.
Didirikan sejak 9 Desember 2016, TC Invest berada di bawah pengawasan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia. Dalam perjalanan usahanya, koperasi jasa ini terus berkembang dengan fokus utama pada pemberdayaan pekerja, pelajar, hingga para pelaku usaha kecil dan menengah melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dan berkelanjutan.
Saat ini, TC Invest telah memiliki jaringan operasional di berbagai wilayah Indonesia dengan kantor pusat berada di Jakarta. Area layanan yang telah dijangkau antara lain Tangerang, Bandung, Lampung, Pontianak, Singkawang Kalimantan Barat, Bali, hingga beberapa kota di Jawa Timur seperti Surabaya, Mojokerto, dan Malang.
Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap sektor ekonomi mikro, TC Invest turut membantu pengembangan salah satu usaha mini café di Kota Malang, yakni Celeste Café yang berada di kawasan depan RS Lavalette, tepatnya di Ruko Celesté Coffee, Gg. III II CIII No. KAV 1, Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Kehadiran dukungan permodalan dan penguatan usaha tersebut dinilai sangat relevan dengan perkembangan industri kuliner dan kopi di Kota Malang yang terus mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Malang, khususnya wilayah Kabupaten Malang, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta unggulan di Jawa Timur. Sejumlah kawasan seperti Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, hingga Dampit menjadi sentra produksi kopi yang cukup besar dan memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional.
Selain sebagai daerah penghasil kopi, Kota Malang juga berkembang menjadi pusat konsumsi kopi dan tren café modern yang sangat pesat. Tingginya jumlah mahasiswa, wisatawan, dan anak muda menjadikan budaya nongkrong atau cafe hopping semakin berkembang.
Berdasarkan data yang beredar, setidaknya terdapat sekitar 149 café yang tersebar di Kota Malang dan terus bertambah seiring meningkatnya industri kreatif dan kuliner.
Pimpinan TC Invest Surabaya yang juga membawahi beberapa kantor cabang di Jawa Timur dan Jawa Tengah, Aris Arianto, S.E., M.M menyampaikan bahwa sektor UMKM, khususnya kuliner dan kopi, merupakan salah satu penopang utama ekonomi daerah yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Menurutnya, keberadaan UMKM bukan hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat bawah hingga menengah.
“UMKM merupakan penopang ekonomi daerah yang sangat aktif, salah satunya sektor kuliner. Karena itu kami hadir untuk memberikan dukungan pembiayaan dan penguatan usaha agar pelaku UMKM bisa berkembang lebih besar dan mandiri,” ujar Aris Arianto.
Ia menambahkan, dipilihnya Kota Malang sebagai salah satu wilayah pengembangan usaha bukan tanpa alasan. Selain memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar, Malang juga dinilai memiliki daya tarik wisata yang terus meningkat.
“Malang sekarang menjadi alternatif destinasi kota tujuan wisata selain Bandung, Yogyakarta, dan Bali. Perkembangan wisata, kuliner, dan gaya hidup anak muda di kota ini sangat luar biasa. Ini menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk tumbuh,” tambahnya.
TC Invest berharap keberadaan koperasi berbasis digital ini mampu menjadi solusi keuangan modern yang tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga mendukung pertumbuhan usaha masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan sinergi antara lembaga keuangan koperasi dan pelaku UMKM, diharapkan sektor ekonomi kreatif di Jawa Timur, khususnya Kota Malang, dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat luas. (Red)






