SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Program pengabdian masyarakat BEM Unair bertajuk “Airlangga Dekat dengan Masyarakat Surabaya” atau bisa disebut dengan AKSARA kembali menghadirkan kegiatan edukatif yang dekat dengan nilai sejarah. Pada sabtu (15/11/2025) pagi. Keguatan yang berlangsung seja pukul 08.00-11.30 WIB Sekitar 29 anak dari berbagai jenjang mulai dari SD hingga SMP mengikuti study tour ke tugu pahlawan dan museum Sepuluh Nopember.
Melalui kunjungan ini anak-anak diajak mengenal lebih dekat perjuangan arek-arek Suroboyo pada 10 November 1945, sekaligus memahami makna keberanian yang melandasi identitas kota pahlawan. Suasana antusias tampak sejak mereka berangkat hingga pulang kembali. Itu pertanda kegiatan ini bukan hanya perjalanan belajar, tetapi juga pengalaman yang menumbuhkan kebanggan sejarah bangsa.
Setibanya di Museum Sepuluh Nopember, para peserta diajak mengelilingi lantai pertama yang menghadirkan rekam jejak perjuangan rakyat Surabaya pada masa peperangan hingga momentum proklamasi. Pada area awal, anak-anak disambut sebuah Patung besar bertema “Gugur Sebagai Bunga Bangsa” yang menggambarkan sejarah pembangunan museum serta menjadi pengingat atas pengorbanan para pejuang.
Perjalanan kemudian berlanjut ke ruang diorama audio-visual yang menayangkan pidato Bung Tomo tanggal 9 November, sebuah momen ikonik yang membangkitkan semangat arek-arek Suroboyo untuk mempertahankan kemerdekaan. Anak-anak tampak antusias ketika diperkenalkan pada koleksi senjata yang tersimpan dalam kotak kaca. Setiap spot disana memiliki ceritanya tersendiri tentang dinamika pertempuran di Kota Surabaya.
Sebagai penutup, peserta mengikuti sesi pemutaran film dan video dokumenter yang menampilkan rangkaian peristiwa sejarah Indonesia. Melalui tayangan ini, mereka dapat melihat lebih jelas konteks perjuangan bangsa serta pentingnya menjaga nilai-nilai keberanian dan persatuan hingga hari ini.
Dengan adanya study tour ini anak-anak menjadi lebih paham tentang sejarah dari kotanya sendiri, sekaligus bermain dan bersenang-senang di sana. Ini merupakan usaha yang bagus dari BEM Unair untuk menjadikan museum menjadi kelas pembelajaran yang seru. Karena negara yang kuat adalah negara yang ingat akan sejarahnya. (Red)






