KABUPATEN LAMONGAN, Nusantaraabadinews.com – Pj Kepala Desa Datinawong, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, akhirnya angkat bicara terkait isu dugaan pungutan liar serta penyalahgunaan wewenang dalam proses rekrutmen perangkat desa. Klarifikasi ini disampaikan pada Jumat, 28 November 2025, sebagai bentuk penegasan terhadap kabar yang beredar di masyarakat.
Isu bahwa peserta yang lolos rekrutmen dikenakan biaya langsung dibantah oleh Irjik selaku Kepala Desa Datinawong. Saat diwawancarai media, ia menegaskan, “itu tidak benar,” ujarnya. Menurutnya, seluruh kebutuhan pembiayaan kegiatan seleksi perangkat desa sepenuhnya diambilkan dari APBDes, bukan dari peserta seleksi.

Irjik menekankan pentingnya meluruskan informasi tersebut karena dinilai telah menimbulkan kesalahpahaman publik. Ia memastikan bahwa penyelenggaraan seleksi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pj Kepala Desa Datinawong itu menyebut bahwa seluruh proses penjaringan, mulai pembentukan panitia hingga pelaksanaan ujian, berjalan sesuai prosedur. Tidak ada tahapan yang diabaikan maupun disimpangi.

Ia juga menegaskan bahwa tidak benar ada tekanan maupun intervensi dari pihak pemerintahan desa kepada panitia seleksi. Menurutnya, setiap mekanisme telah dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Sebelumnya, Irjik telah mengajukan nama-nama panitia penjaringan calon sekretaris desa melalui musyawarah desa. Pengajuan itu disetujui dalam forum resmi yang turut dihadiri kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, RT/RW, LPMD, BPD, serta unsur muspika.
Ujian perangkat desa dilaksanakan pada Sabtu, 22 November 2025, bertempat di Balai Desa Datinawong. Formasi yang dibuka terdiri atas Seksi Kesejahteraan, Kepala Dusun Nawong, dan Seksi Pelayanan.
Dari 16 peserta dengan 15 hadir dan 1 berhalangan, akhirnya terpilih tiga peserta dengan nilai tertinggi. Mereka adalah Muhammad Lubbyluqman sebagai Kasi Pelayanan, Alhuda sebagai Kepala Dusun Nawong, dan Fariha Hatul Hilmiyah sebagai Kasi Kesejahteraan.
Irjik menegaskan bahwa selama menjabat kurang lebih dua tahun, ia selalu mengutamakan kemajuan Desa Datinawong. Ia berharap para perangkat baru dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Maka dari itu saya berniat untuk membangun Desa Datinawong ini supaya lebih baik lagi ke depannya. Bukan semata–mata untuk mencari keuntungan, tapi itu adalah amanah,” pungkasnya.(**)






