SURABAYA, Nusantaraabadinews.com, 8 Maret 2026 – Suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan menyelimuti Convention Hall Level 3 Grand City Convex Surabaya pada Minggu (8/3/2026). Yayasan Sosial Budi Mulia Abadi Indonesia bersama komunitas Shenyu kembali menggelar perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang dirangkaikan dengan tradisi ulang tahun massal. Kegiatan yang telah berlangsung turun-temurun selama lebih dari satu abad ini dihadiri sekitar 1.250 undangan dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Perayaan tersebut menjadi salah satu kegiatan terbesar yang pernah digelar oleh yayasan tersebut, sekaligus menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan antar anggota komunitas yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Ketua Yayasan Budi Mulia Abadi Indonesia, Yuli Puspa, menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar perayaan Imlek semata, melainkan juga sarana untuk melestarikan tradisi leluhur sekaligus memperkuat ikatan kebersamaan antar anggota komunitas.


“Perayaan ini sudah berlangsung sekitar 104 tahun, sedangkan usia yayasan kami kini telah mencapai 105 tahun. Ini adalah bagian dari perjalanan panjang kami yang penuh makna, kebersamaan, dan semangat saling mendukung antar anggota komunitas,” ujar Yuli Puspa di sela-sela acara.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi simbol kuat bahwa nilai-nilai tradisi dan kekeluargaan masih terus dijaga oleh generasi penerus hingga saat ini.
Sementara itu, Wakil Ketua Penyelenggara, Handoko, menjelaskan bahwa tradisi ulang tahun bersama ini berakar dari kehidupan masyarakat di masa lalu yang masih sederhana. Pada masa itu, perayaan ulang tahun secara individu belum menjadi kebiasaan, sehingga masyarakat memilih merayakannya secara bersama-sama dalam satu momen khusus.

“Dulu kehidupan masih sangat sederhana. Karena itu setiap tahun kami berkumpul untuk merayakan ulang tahun bersama sambil memanjatkan doa agar semua yang hadir diberkati Tuhan Yang Maha Esa, mendapatkan kebahagiaan dalam keluarga, kesuksesan dalam hidup, serta umur panjang yang berkah,” jelas Handoko.
Ia menambahkan, tradisi tersebut kini telah menjadi bagian dari identitas komunitas yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Perayaan tahun ini terasa semakin istimewa karena jumlah undangan yang hadir mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan kegiatan tersebut. Panitia mencatat sekitar 1.250 orang hadir yang berasal dari 21 cabang yayasan yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur.
Beberapa daerah yang turut mengirimkan perwakilan di antaranya Situbondo, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Panarukan, Besuki, Asembagus hingga Lawang.
Selain itu, sebanyak 65 orang turut merayakan ulang tahun secara bersama-sama dalam acara tersebut. Para peserta ulang tahun memiliki rentang usia yang beragam, mulai dari 60 tahun hingga 100 tahun.
“Ini menjadi sejarah bagi kami karena jumlah yang hadir sangat banyak. Bahkan tahun ini ada peserta yang berusia hingga 100 tahun yang ikut merayakan ulang tahun bersama. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan persaudaraan dalam komunitas kami,” kata Handoko.
Tidak hanya fokus pada pelestarian tradisi budaya, Yayasan Budi Mulia Abadi Indonesia juga dikenal aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial sepanjang tahun.
Salah satu kegiatan rutin yang telah berjalan selama 16 tahun adalah program jalan pagi bersama yang dilaksanakan setiap minggu dan terbuka bagi anggota tanpa dipungut biaya. Program tersebut bertujuan menjaga kesehatan fisik sekaligus mempererat hubungan antar anggota komunitas.
Selain itu, yayasan juga secara rutin mengadakan kegiatan bakti sosial pada berbagai momentum keagamaan. Pada bulan Ramadan, misalnya, yayasan membagikan sekitar 400 paket bantuan sosial kepada penarik becak, petugas kebersihan, penjaga lampu jalan, serta masyarakat kurang mampu di kawasan Tanjung Anom.
Kegiatan serupa juga dilakukan pada perayaan Natal maupun saat terjadi bencana alam di berbagai daerah.
“Baru-baru ini kami juga memberikan bantuan kepada masyarakat di daerah Situbondo yang terdampak angin topan melalui cabang kami di sana. Kami percaya membantu sesama adalah kewajiban kita sebagai manusia,” ungkap Handoko.
Sebagai bentuk kepedulian sosial yang lebih luas, yayasan juga menyediakan lahan pemakaman secara gratis bagi anggota komunitas yang kurang mampu secara ekonomi di kawasan Gunung Gangsir.
“Ini adalah bentuk solidaritas kami kepada sesama anggota komunitas agar mereka tetap mendapatkan hak yang layak. Kami ingin setiap anggota merasa dihargai dan diperhatikan,” tambahnya.
Acara perayaan tersebut juga semakin meriah dengan penampilan musik dari musisi muda berbakat Lorenzo yang dikenal sebagai Young Soloist Indonesia dalam permainan biola.
Dalam kesempatan tersebut, Lorenzo membawakan dua karya musik klasik dunia, yakni Beethoven Five Secrets karya Ludwig van Beethoven serta Libertango karya komposer Argentina Astor Piazzolla.
Penampilan Lorenzo yang penuh penghayatan dan teknik tinggi berhasil memukau para tamu undangan yang hadir.
“Aku diundang untuk tampil di acara ini dan menurutku ini kesempatan yang sangat bagus untuk memperkenalkan yayasan ini kepada lebih banyak orang. Harapanku adalah bisa terus menginspirasi orang melalui musik,” ujar Lorenzo.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Handoko berharap tradisi yang telah berlangsung lebih dari satu abad ini dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus komunitas.
Ia juga berharap masyarakat Indonesia dapat terus hidup dalam persatuan, kesehatan, dan kemajuan yang berkelanjutan.
“Harapan saya masyarakat Indonesia semakin maju, semakin sukses, semakin sehat, dan semakin kompak. Bangsa kita harus terus berkembang menjadi negara yang lebih kuat dengan semangat kebersamaan yang tidak pernah pudar,” pungkasnya. (Abie)






