MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Tumpukan sampah menggunung dan meluber hingga ke badan jalan menjadi pemandangan mencolok di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Sayur Caruban, Kabupaten Madiun. Di tengah aktivitas perdagangan yang ramai setiap hari, kawasan pasar justru dikepung limbah yang menimbulkan bau tidak sedap dan kesan kumuh.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kontainer sampah di lokasi tersebut tampak tidak lagi mampu menampung volume sampah yang terus bertambah. Sampah organik berupa sisa sayuran bercampur dengan plastik dan limbah rumah tangga terlihat menumpuk di luar bak penampungan. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa sampah yang dibuang ke TPS tidak hanya berasal dari aktivitas pedagang pasar.
Sejumlah warga menyebutkan, masih ada oknum masyarakat yang memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat pembuangan praktis. Bahkan, tidak jarang sampah dibuang dengan cara dilempar dari atas sepeda motor tanpa turun dari kendaraan. Praktik tersebut diduga menjadi salah satu penyebab sampah berserakan dan mempercepat kondisi overload di area TPS.
Ironisnya, di sekitar lokasi telah terpasang tulisan larangan membuang sampah sembarangan. Namun imbauan tersebut seolah tidak diindahkan oleh sebagian pihak. Lemahnya pengawasan serta rendahnya kesadaran terhadap kebersihan lingkungan diduga memperparah persoalan penumpukan sampah di kawasan pasar tersebut.
Kondisi ini memunculkan harapan dari masyarakat agar pengelola pasar dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret. Mulai dari penertiban pembuangan sampah liar, penambahan fasilitas penampungan, hingga peningkatan frekuensi pengangkutan sampah agar lingkungan pasar kembali bersih dan nyaman. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penanganan persoalan sampah di Pasar Sayur Caruban. (Red)
Penulis: Kontributor Nusantara Abadi News Subardianto






