Gerak Cepat Dr. Koen Irianto Tuntaskan Temuan OD di Kota Malang, Warga Oro-oro Dowo Kini Miliki Jamban Sehat

  • Whatsapp
IMG 20260430 WA0020

MALANG, Nusantaraabadinews.com, — Komitmen terhadap peningkatan kualitas sanitasi masyarakat kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Temuan praktik open defecation (OD) atau buang air besar sembarangan (BABS) dalam kegiatan verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar di Kota Malang langsung ditindaklanjuti dengan langkah cepat oleh Dr. Koen Irianto Uripan.

Temuan tersebut muncul saat pelaksanaan verifikasi STBM 5 Pilar yang digelar pada 24 April 2026 bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Dalam kegiatan itu, tim verifikator menemukan satu keluarga di wilayah Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, yang belum memiliki fasilitas jamban layak.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, mengingat Pilar 1 STBM menargetkan eliminasi total praktik OD sebagai langkah awal menciptakan lingkungan sehat. Tanpa menunggu waktu lama, Dr. Koen langsung mengambil inisiatif untuk menuntaskan persoalan tersebut.

Dengan menggunakan biaya pribadi, ia membangun jamban sehat bagi keluarga yang membutuhkan. Langkah ini tidak hanya menjadi solusi cepat atas temuan lapangan, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

“Hari ini saya bersama tim hadir di Malang untuk membantu sekaligus menuntaskan temuan pada pilar 1 saat verifikasi STBM 5 Pilar beberapa waktu lalu bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur,” ujar Dr. Koen di sela kegiatan.

Ia menegaskan bahwa setiap temuan OD tidak boleh berhenti sebagai data administratif semata, melainkan harus segera direspons dengan tindakan konkret di lapangan.

IMG 20260430 WA0022“Kita tidak boleh berhenti pada data temuan. Ketika ada OD, harus segera diselesaikan. Kita bantu sarana, kita edukasi, dan kita dampingi sampai perilaku masyarakat benar-benar berubah,” tegasnya.

Menurut Dr. Koen, keberhasilan program STBM tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa kelima pilar STBM harus berjalan beriringan.

“Pilar 1 memang prioritas, tetapi semua pilar harus berjalan bersama. Mulai dari kebiasaan cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum yang aman, hingga pengelolaan limbah rumah tangga. Semua itu harus menjadi budaya,” jelasnya.

Selain pembangunan jamban, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi langsung kepada warga sekitar. Pendekatan ini dinilai efektif karena masyarakat dapat memahami sekaligus mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat secara langsung.

“Edukasi tidak harus selalu formal. Justru ketika kita turun langsung ke masyarakat, pesan lebih mudah diterima dan dampaknya lebih terasa,” tambahnya.

Langkah cepat tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan. Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kusningtyas, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas pihak menjadi kunci keberhasilan implementasi STBM di daerah.

IMG 20260430 WA0021“Kami sangat mengapresiasi aksi nyata ini. Penanganan STBM memang membutuhkan kolaborasi semua pihak, dan langkah Dr. Koen menjadi contoh konkret di lapangan,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari pihak kelurahan. Lurah Oro-oro Dowo, Solikin, S.E., mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang telah diberikan kepada warganya.

“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Tidak hanya menyelesaikan persoalan OD, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sanitasi sehat,” katanya.

Ia berharap, intervensi tersebut mampu menjadi pemicu meningkatnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.

Dengan terselesaikannya temuan OD di wilayah Oro-oro Dowo, Kota Malang kini semakin mendekati target capaian STBM 5 Pilar. (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *