MAKI Jatim Apresiasi Khofifah Raih Dwija Praja Nugraha, Dorong Pendidikan Jawa Timur Makin Berintegritas

  • Whatsapp
IMG 20260810 WA0024

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com Senin 10 Agustus 2026 — Penghargaan Dwija Praja Nugraha yang dianugerahkan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) kepada Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., mendapat apresiasi dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Jawa Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua MAKI Koorwil Provinsi Jawa Timur Heru Satriyo, S.Ip., bersama jajaran staf dan pengurus MAKI Jatim. Ucapan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas penghargaan yang diterima Khofifah di Surabaya pada 8 Agustus 2026.

Bagi MAKI Jatim, penghargaan Dwija Praja Nugraha tidak semata-mata harus dipandang sebagai seremoni atau simbol penghormatan kepada seorang kepala daerah. Lebih dari itu, penghargaan tersebut dinilai membawa pesan penting mengenai perhatian terhadap guru, penguatan sektor pendidikan, serta upaya membangun kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur.

Dalam ucapan resminya, MAKI Jatim menyampaikan selamat dan sukses kepada Khofifah Indar Parawansa atas diraihnya penghargaan bergengsi yang diberikan oleh PB PGRI tersebut.

Penghargaan itu diberikan kepada Khofifah dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Jawa Timur atas perhatian dan komitmennya dalam memuliakan guru serta memajukan pendidikan di Provinsi Jawa Timur.

Bukan Sekadar Penghargaan

MAKI Jatim memandang penghargaan Dwija Praja Nugraha seharusnya dapat menjadi momentum untuk terus memperkuat perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan.

Menurut MAKI Jatim, kemajuan pendidikan tidak cukup hanya diukur dari pembangunan gedung sekolah, penyediaan sarana dan prasarana, maupun peningkatan fasilitas pembelajaran. Pendidikan juga membutuhkan kebijakan yang mampu memberikan ruang bagi guru untuk terus berkembang, meningkatkan kompetensi, menciptakan pembelajaran berkualitas, sekaligus memastikan setiap peserta didik memperoleh kesempatan pendidikan yang layak dan berkeadilan.

Guru, menurut MAKI Jatim, merupakan salah satu unsur penting dalam menentukan kualitas pendidikan. Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan, kompetensi, profesionalisme, serta perlindungan terhadap guru harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur pendidikan.

Atas dasar itu, MAKI Jatim berharap penghargaan Dwija Praja Nugraha dapat menjadi penyemangat bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus menghadirkan kebijakan pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan mutu sumber daya manusia.

“Penghargaan ini bukan sekadar simbol apresiasi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan membutuhkan kepemimpinan yang memiliki kepedulian terhadap guru, kualitas pembelajaran, serta masa depan generasi muda,” demikian pesan yang disampaikan MAKI Jatim dalam ucapan apresiasinya.

Dianugerahkan PB PGRI

Berdasarkan dokumen penghargaan yang menjadi dasar ucapan MAKI Jatim, Dwija Praja Nugraha diberikan oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) kepada Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., selaku Gubernur Jawa Timur.

Penghargaan tersebut mencantumkan apresiasi atas perhatian dan komitmen dalam memuliakan guru serta memajukan pendidikan di Provinsi Jawa Timur.

Dokumen penghargaan juga mencantumkan Surabaya, 8 Agustus 2026, serta nama Ketua Umum PB PGRI Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.

Bagi MAKI Jatim, penghargaan yang diberikan organisasi profesi guru tersebut merupakan bagian dari catatan penting dalam perjalanan pembangunan pendidikan di Jawa Timur.

Apresiasi tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada momentum pemberian penghargaan, melainkan dapat diterjemahkan menjadi semangat untuk terus memperbaiki berbagai aspek pendidikan di Jawa Timur.

Pendidikan Berkualitas Membutuhkan Tata Kelola yang Baik

Sebagai organisasi masyarakat yang membawa isu pemberantasan korupsi dan pengawasan terhadap tata kelola pemerintahan, MAKI Jatim juga menekankan pentingnya integritas, transparansi, akuntabilitas, kolaborasi, dan kepedulian dalam pembangunan sektor pendidikan.

Menurut MAKI Jatim, pembangunan pendidikan harus berjalan beriringan dengan tata kelola pemerintahan yang baik.

Program pendidikan yang berkualitas membutuhkan kebijakan yang tepat sasaran dan penggunaan anggaran yang bertanggung jawab. Pengawasan juga menjadi bagian penting agar berbagai program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi guru, peserta didik, tenaga kependidikan, maupun masyarakat secara luas.

“Pendidikan yang kuat membutuhkan tata kelola yang kuat pula. Anggaran pendidikan harus dikelola secara bertanggung jawab, transparan, tepat sasaran, serta benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan,” menjadi bagian dari pesan MAKI Jatim.

MAKI Jatim menilai keberhasilan pembangunan pendidikan pada akhirnya tidak hanya terlihat dari banyaknya program yang diluncurkan pemerintah, tetapi juga dari seberapa besar dampak program tersebut terhadap kualitas pembelajaran dan masa depan generasi muda.

Karena itu, semangat penghargaan Dwija Praja Nugraha diharapkan dapat terus diterjemahkan dalam kebijakan konkret yang menyentuh kebutuhan guru dan peserta didik.

Momentum Memperkuat Perhatian kepada Guru

MAKI Jatim juga menilai penghargaan tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingatkan bahwa guru memiliki posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.

Guru tidak hanya menjalankan fungsi mengajar di ruang kelas, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk karakter, kedisiplinan, daya pikir, serta kemampuan generasi muda menghadapi perubahan zaman.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja, kualitas guru dan sistem pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi.

Oleh karena itu, MAKI Jatim berharap perhatian pemerintah terhadap guru tidak berhenti pada penghargaan, tetapi diwujudkan melalui kebijakan yang mendukung peningkatan kompetensi, profesionalisme, kesejahteraan, dan kualitas lingkungan kerja guru.

Bagi MAKI Jatim, memuliakan guru juga berarti memberikan kesempatan kepada guru untuk berkembang serta memastikan mereka dapat menjalankan tugas secara profesional dan bermartabat.

Integritas Harus Menjadi Fondasi

MAKI Jatim juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dibangun di atas fondasi integritas.

Pengelolaan anggaran pendidikan, pengadaan barang dan jasa, pembangunan sarana pendidikan, program peningkatan kualitas guru hingga berbagai bentuk bantuan pendidikan, menurut MAKI Jatim, harus dilaksanakan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Pengawasan masyarakat juga dinilai penting sebagai bagian dari kontrol sosial agar berbagai program pendidikan dapat berjalan sesuai tujuan.

Dengan tata kelola yang baik, MAKI Jatim berharap investasi pemerintah di sektor pendidikan dapat menghasilkan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Penghargaan Dwija Praja Nugraha pun diharapkan tidak berhenti sebagai penghargaan personal kepada Gubernur Jawa Timur, tetapi menjadi energi positif untuk semakin memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan Jawa Timur.

Harapan untuk Jawa Timur

MAKI Jatim menyampaikan harapan agar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, keberkahan, serta keteguhan dalam menjalankan amanah sebagai kepala daerah.

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi dorongan agar perhatian terhadap sektor pendidikan terus ditingkatkan dan menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur.

Heru Satriyo, S.Ip., bersama seluruh staf dan pengurus MAKI Koorwil Provinsi Jawa Timur menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Khofifah Indar Parawansa atas penghargaan Dwija Praja Nugraha yang diterimanya.

MAKI Jatim berharap penghargaan tersebut menjadi pemantik untuk menghadirkan kebijakan pendidikan yang semakin bermutu, berkeadilan, transparan, berintegritas, dan berorientasi pada masa depan generasi muda Jawa Timur.

Bagi MAKI Jatim, pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Ketika guru mendapatkan perhatian yang layak, kualitas pembelajaran diperkuat, dan tata kelola pendidikan dijalankan dengan penuh integritas, maka peluang untuk melahirkan generasi Jawa Timur yang unggul akan semakin besar.

Pada akhirnya, semangat penghargaan Dwija Praja Nugraha diharapkan dapat menjadi semangat bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk terus bergerak maju.

Selamat dan sukses Ibu Khofifah Indar Parawansa.

Guru Dimuliakan, Pendidikan Dikuatkan, Jawa Timur Semakin Hebat. (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *