LAYANGAN BERADU DI LANGIT: Lomba Sangkutan Meriahkan HUT ke-81 RI di Desa Bajulan

  • Whatsapp
Foto: Lomba sangkutan layangan meriahkan HUT ke-81 RI di Desa Bajulan, Kabupaten Madiun
Foto: Lomba sangkutan layangan meriahkan HUT ke-81 RI di Desa Bajulan, Kabupaten Madiun

MADIUN, Nusantaraabadinews.com –  Langit Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Minggu (23/8/2026), tampak berbeda. Puluhan layangan beradu di udara dalam lomba sangkutan layangan yang digelar Pemerintah Desa Bajulan bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Madiun untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bukan sekadar perlombaan, tradisi permainan layangan tersebut sukses menjadi tontonan masyarakat. Warga memenuhi Lapangan Tambakboyo untuk menyaksikan peserta mengadu teknik mengendalikan layangan hingga benang lawan berhasil diputus.

Bacaan Lainnya

Bahkan, sejumlah pengendara yang melintas ikut berhenti untuk menikmati keseruan pertandingan.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, perwakilan KORMI Kabupaten Madiun, Camat Saradan bersama Forkopimcam, Kepala Desa Bajulan Hari Purnomo beserta perangkat desa, serta sejumlah kepala desa se-Kecamatan Saradan.

Kepala Desa Bajulan Hari Purnomo mengatakan, lomba sangkutan layangan diikuti 78 peserta yang seluruhnya merupakan warga Desa Bajulan.

Rangkaian perlombaan telah berlangsung sejak 9 Agustus dan mencapai puncaknya pada 23 Agustus 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menjaga keberadaan olahraga tradisional dan olahraga rekreasi masyarakat.

“Harapannya, kegiatan ini bisa berkembang menjadi lomba kreatif yang tidak hanya berskala desa, tetapi ke depan dapat ditingkatkan hingga tingkat kabupaten,” ujarnya.

Menurut Hari Purnomo, kegiatan tersebut juga memiliki tujuan lebih luas, yakni memperkuat kerukunan dan kebersamaan masyarakat.

Semangat itu sejalan dengan slogan Desa Bajulan, yakni “Bajulan Damai” atau “BADAI”.

Suasana pertandingan semakin menarik ketika Bupati Madiun H. Hari Wuryanto ikut turun langsung ke arena.

Bupati Madiun berhadapan dengan Kepala Desa Bajulan Hari Purnomo dalam pertandingan sangkutan layangan. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Hari Wuryanto.

Tidak hanya Bupati Madiun, Camat Saradan juga turut merasakan keseruan pertandingan. Ia berhadapan dengan perwakilan KORMI Kabupaten Madiun dan harus mengakui keunggulan lawannya.

Usai pertandingan, Bupati Madiun menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang.

Hari Wuryanto mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti maupun menyaksikan kegiatan tersebut.

“Luar biasa antusias seluruh masyarakat, khususnya adik-adik. Ini menjadi kegiatan positif untuk membangun kebersamaan antara anak-anak, generasi muda, hingga orang tua,” kata Hari Wuryanto.

Ia menilai permainan layangan perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Sebab, bermain layangan tidak hanya berkaitan dengan hiburan, tetapi juga membutuhkan keterampilan, teknik, kesabaran, dan usaha.

Kemunculan sejumlah layangan berbentuk naga turut menjadi daya tarik dalam kegiatan tersebut.

Layangan-layangan naga menghiasi langit Desa Bajulan dan menambah semarak suasana perayaan kemerdekaan. Pemandangan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa permainan tradisional masih mampu menjadi hiburan yang menarik bagi masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Bagi warga Desa Bajulan, lomba sangkutan layangan menjadi ruang bertemunya berbagai generasi. Anak-anak, generasi muda hingga orang tua dapat menikmati permainan yang telah dikenal secara turun-temurun.

Pemerintah Desa Bajulan tidak hanya menggelar lomba sangkutan layangan dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI.

Sebelum perlombaan layangan, masyarakat mengikuti jalan sehat dan senam bersama pada Minggu pagi. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kejuaraan catur.

Seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Bajulan dijadwalkan ditutup melalui kegiatan sholawatan di Balai Desa Bajulan pada 30 Agustus 2026.

Semarak kemerdekaan di Desa Bajulan pun bukan hanya tentang perlombaan. Di balik layangan yang beradu di langit, tersimpan semangat menjaga tradisi, mempererat persaudaraan, sekaligus membangun kebersamaan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *