YOGYAKARTA, Nusantaraabadinews.com – Dalam upaya memastikan keterjangkauan dan ketersediaan pasokan pangan pokok bagi masyarakat, Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) DIY mendampingi Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam merangkaikan kegiatan pemantauan stok dan harga beras secara intensif di pasar tradisional serta ritel modern, 9 SEPTEMBER 2026.
Kegiatan pemantauan lapangan ini telah dilaksanakan secara berkesinambungan sejak Selasa minggu lalu di bawah koordinasi Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Wilayah DIY. Satgas ini bertugas untuk melaksanakan pengawasan harga dan mutu beras secara langsung di lapangan dengan tujuan memastikan pengendalian harga serta mutu beras yang beredar di tengah masyarakat tetap terjaga dengan baik.
Lingkup pengawasan dan pemantauan mencakup seluruh wilayah kerja Kanwil DIY, meliputi Kota Yogyakarta serta empat kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul.
Dalam peninjauan terbaru yang berfokus di Kabupaten Bantul, tim gabungan dari Bapanas dan BULOG turun langsung berdialog dengan para pedagang pasar rakyat dan pengelola ritel modern. Langkah ini dilakukan untuk mengecek secara riil ketersediaan beras, khususnya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), sekaligus memastikan penjualannya di tingkat konsumen sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku serta memenuhi standar kualitas/mutu yang ditetapkan.
Sinergi antara Perum BULOG, Bapanas, dan Satgas Pengawasan melalui peninjauan rutin di lima kabupaten/kota se-DIY ini bertujuan untuk menjamin kelancaran rantai distribusi beras SPHP agar tepat sasaran, merata, dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Perum BULOG Kanwil DIY berkomitmen untuk terus menjaga ketahanan pangan daerah dengan mengoptimalkan penyaluran beras SPHP di pasar-pasar tradisional maupun ritel modern guna menjaga kondusivitas pasar dan mengendalikan inflasi daerah. (Siti M)






