SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Secara metafisika, Gus Yanto juga mengaku melihat isyarat gaib berupa kibaran bendera (polung) bertuliskan aksara Jawa kuno (Hanacaraka), yang jika diartikan merujuk kuat pada nama Jokowi.
Prediksi yang sempat diremehkan ini akhirnya terbukti menjadi kenyataan. Hasil akhir penghitungan suara secara konstitusi menyatakan Joko Widodo sebagai pemenang sah Pilpres 2014, membuktikan ketepatan ramalan sang trah Sunan Botoputih.
Menjelang pesta demokrasi, kisah-kisah spiritual di balik panggung politik tanah air selalu menarik perhatian publik. Salah satu cerita yang kembali hangat diperbincangkan adalah fenomena Raden Ariyanto Suseno, atau yang akrab disapa Gus Yanto. Beliau merupakan sesepuh sekaligus generasi ketujuh (trah) dari Sunan Botoputih, Kamis (10/9/2026).
Sunan Botoputih, yang memiliki nama asli Pangeran Lanang Dangiran atau dikenal sebagai Mbah Brondong, merupakan tokoh ulama besar sekaligus mantan Adipati Surabaya. Makam keramatnya yang berlokasi di Jalan Pegirian Nomor 176, Surabaya, Jawa Timur, hingga kini menjadi pusat ziarah yang dihormati.
Berdasarkan silsilahnya, Gus Yanto mewarisi darah biru dari Kerajaan Blambangan. Beliau merupakan keturunan langsung dari Pangeran Kedawung (Pangeran Tawangalun), yang garis leluhurnya tersambung hingga raja-raja Majapahit.
Ramalan Fenomenal pada saat Pilpres 2014 tahun lalu, Nama Gus Yanto sempat mengguncang jagat politik nasional pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 silam. Saat itu, bursa calon presiden didominasi oleh figur kuat mantan jenderal, Prabowo Subianto. Hampir seluruh lembaga survei dan analisis politik saat itu mengunggulkan Prabowo untuk naik takhta menjadi Presiden RI periode 2014–2019.
Namun, di tengah keyakinan 90 persen publik terhadap kemenangan Prabowo, Gus Yanto justru mengeluarkan prediksi yang berbalik arah 180 derajat. Lewat kacamata supranatural, beliau menggunakan sanepan (istilah atau kiasan Jawa kuno) untuk menggambarkan calon pemimpin masa depan.
“Sosok yang bakal jadi ‘Raja Indonesia’ ciri-cirinya mirip tokoh pewayangan, yaitu Petruk Dadi Ratu atau Petruk Bermahkota,” ujar Gus Yanto kala itu.
Isyarat Gaib Joko Widodo, Kiasan Petruk Bermahkota tersebut langsung dikaitkan oleh banyak pihak dengan sosok Joko Widodo (Jokowi). Meski begitu, para pengamat dan politikus dari tingkat lokal Surabaya hingga nasional—termasuk kalangan TNI-Polri—banyak yang meragukan prediksi tersebut. Alasan mereka jelas: elektabilitas Jokowi di atas kertas saat itu dinilai belum mampu menandingi sang mantan jenderal.
Gus Yanto bergeming. Dari sudut pandang spiritualnya, beliau melihat arus bawah masyarakat justru bergerak kuat mendukung sosok “Petruk” tersebut.
Secara metafisika, Gus Yanto juga mengaku melihat isyarat gaib berupa kibaran bendera (polong) bertuliskan aksara Jawa kuno (Hanacaraka), yang jika diartikan merujuk kuat pada nama Jokowi.
Prediksi yang sempat diremehkan ini akhirnya terbukti menjadi kenyataan. Hasil akhir penghitungan suara secara konstitusi menyatakan Joko Widodo sebagai pemenang sah Pilpres 2014, membuktikan ketepatan ramalan sang trah Sunan Botoputih. (..Abie….)






