SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Sosok Ajun Komisaris Polisi (AKP) Adik Agus Putrawan, S.H., M.H., kini menjadi salah satu perwira yang mencuri perhatian di jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Rekam jejaknya yang panjang di bidang reserse kriminal hingga pemberantasan narkotika menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Prestasi terbaru yang diraih satuannya semakin menguatkan kiprah tersebut. Di bawah kepemimpinan AKP Adik Agus Putrawan, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil meraih Juara II Kategori Pengungkapan Kasus Terbanyak Kelompok A Semester I 2026 tingkat Polda Jawa Timur.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa capaian sebuah satuan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dalam mengungkap perkara, tetapi juga oleh kepemimpinan, soliditas personel, strategi penyelidikan, serta konsistensi dalam menjalankan tugas di lapangan.
Penghargaan itu diserahkan pada 29 Juli 2026 oleh Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Muhammad Kurniawan yang mewakili Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh AKP Adik Agus Putrawan sebagai pimpinan Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Perjalanan AKP Adik Agus Putrawan hingga dipercaya memimpin satuan pemberantasan narkotika di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak bukanlah proses yang berlangsung secara instan.
Sebelum menduduki jabatan strategis tersebut, ia telah melewati berbagai penugasan yang berkaitan erat dengan fungsi reserse kriminal dan pembinaan masyarakat.
Berdasarkan catatan yang disampaikan dalam berbagai publikasi Humas Polri, AKP Adik Agus Putrawan sebelumnya pernah mengemban tugas sebagai Kanit Binmas Polsek Gedangan serta Kanit Reskrim Polsek Tanggulangin.
Pengalaman tersebut membuatnya cukup akrab dengan dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus karakteristik tindak kriminal yang berkembang di wilayah hukum kepolisian.
Pengalaman di lapangan kemudian semakin terasah ketika dirinya dipercaya menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Waru. Jabatan tersebut secara resmi diembannya sejak 2 Oktober 2024.
Saat berada di Polsek Waru, sejumlah penanganan perkara kriminal menjadi bagian dari dinamika tugasnya. Mulai dari kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan pemberatan (curat), perkara narkotika hingga persoalan keamanan dan ketertiban di kawasan vital Terminal Purabaya.
Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga ketika dirinya kemudian mendapatkan kepercayaan untuk mengemban tugas yang lebih besar di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Nama AKP Adik Agus Putrawan juga sempat muncul dalam pemberitaan terkait sejumlah penanganan kasus yang terjadi di wilayah Sidoarjo.
Pada Agustus 2025, misalnya, dirinya terlibat dalam penanganan kasus pengeroyokan terhadap seorang calo penumpang di kawasan Terminal Purabaya. Penanganan perkara tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana fungsi reserse bekerja menghadapi persoalan kriminalitas di kawasan transportasi publik.
Beberapa bulan kemudian, pada November 2025, dirinya kembali mendapat sorotan ketika menangani persoalan gangguan ketertiban umum di kawasan terminal yang melibatkan seorang pria yang membuat keributan dan mengaku sebagai nabi.
Berbagai penugasan tersebut memperlihatkan pola karier AKP Adik Agus yang cukup konsisten, yakni berada di garis depan penanganan persoalan kriminalitas dan gangguan keamanan masyarakat.
Pengalaman di lapangan itu pula yang kemudian menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk karakter kepemimpinannya ketika dipercaya memimpin satuan yang memiliki tugas khusus dalam pemberantasan narkotika.
Memasuki awal 2026, perjalanan karier AKP Adik Agus Putrawan memasuki fase baru.
Melalui proses serah terima jabatan, dirinya dipercaya menduduki posisi sebagai Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, menggantikan AKP Suparlan.
Penempatan tersebut memiliki tantangan tersendiri. Sebagai kawasan pelabuhan besar dan salah satu pintu masuk-keluar barang maupun manusia, wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak membutuhkan pengawasan serta penanganan serius terhadap berbagai potensi tindak pidana, termasuk peredaran narkotika.
Di tengah tantangan tersebut, AKP Adik Agus Putrawan mengedepankan pola kerja yang menitikberatkan pada soliditas dan kerja sama tim.
Pendekatan teamwork menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas Satresnarkoba. Setiap personel dituntut memiliki kemampuan membaca situasi, melakukan penyelidikan, mengembangkan informasi dan membangun koordinasi sehingga sebuah perkara dapat diungkap secara maksimal.
Hasil kerja tersebut kemudian terlihat dari capaian satuannya sepanjang Semester I 2026.
Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil menorehkan prestasi dalam kategori pengungkapan kasus terbanyak Kelompok A Semester I 2026 tingkat Polda Jawa Timur.
Satuan tersebut menempati posisi Juara II, sebuah capaian yang menempatkan Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam jajaran satuan yang memiliki kinerja menonjol dalam pengungkapan perkara narkotika di wilayah hukum Polda Jatim.
Penghargaan yang diterima pada 29 Juli 2026 tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan AKP Adik Agus Putrawan sebagai Kasat Resnarkoba.
Capaian itu sekaligus menunjukkan bahwa pengalaman panjangnya di fungsi reserse dapat ditransformasikan dalam tugas pemberantasan narkotika.
Bukan hanya mengejar kuantitas pengungkapan perkara, kerja pemberantasan narkotika juga membutuhkan ketelitian, kemampuan mengembangkan informasi, pemetaan jaringan, serta koordinasi antaranggota dan satuan terkait.
Karena itu, penghargaan tingkat Polda tersebut dapat menjadi indikator bahwa kinerja Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak mendapat perhatian di tingkat kesatuan atas.
Di balik karakter tegasnya dalam menghadapi persoalan kriminalitas, AKP Adik Agus Putrawan juga dikenal memberikan perhatian terhadap personel yang berada di bawah komandonya.
Salah satu bentuknya terlihat pada Juli 2026 ketika dirinya memberikan penghargaan internal kepada lima personel Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap personel yang dinilai memiliki loyalitas, kinerja dan komitmen dalam menjalankan tugas.
Bagi sebuah satuan reserse, keberhasilan tidak dapat dilepaskan dari peran setiap personel. Mulai dari penyelidik, penyidik, anggota operasional hingga unsur pendukung lainnya memiliki kontribusi terhadap keberhasilan pengungkapan perkara.
Karena itu, apresiasi terhadap anggota menjadi bagian dari upaya membangun motivasi dan menjaga kekompakan internal.
Gaya kepemimpinan seperti inilah yang kemudian menjadi ciri tersendiri dalam perjalanan AKP Adik Agus Putrawan. Di satu sisi, ia dituntut tegas dalam menghadapi pelaku kejahatan dan jaringan narkotika. Di sisi lain, ia harus mampu menjaga moral, soliditas dan semangat personel yang bekerja di bawah tekanan tugas.
Tugas Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak memiliki arti strategis dalam menjaga keamanan wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Kawasan pelabuhan memiliki mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang tinggi. Kondisi tersebut membuat upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika membutuhkan kerja kepolisian yang berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, capaian Juara II tingkat Polda Jatim menjadi motivasi bagi Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja.
AKP Adik Agus Putrawan bersama jajaran dituntut tidak hanya mampu mengungkap kasus, tetapi juga melakukan langkah-langkah pencegahan agar peredaran narkotika tidak semakin berkembang.
Pengalaman panjang di dunia reserse menjadi modal penting bagi AKP Adik Agus untuk menjalankan tugas tersebut.
Dari perjalanan sebagai Kanit Binmas, Kanit Reskrim di sejumlah wilayah, hingga dipercaya memimpin Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, karier AKP Adik Agus Putrawan memperlihatkan proses panjang seorang perwira yang tumbuh dari pengalaman lapangan.
Kini, prestasi Juara II tingkat Polda Jatim menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan tersebut.
Ke depan, tantangan yang dihadapi tentu tidak semakin ringan. Peredaran narkotika terus berkembang dengan berbagai modus dan pola jaringan yang dinamis.
Namun dengan pengalaman reserse, kepemimpinan yang mengedepankan teamwork, serta dukungan personel yang solid, AKP Adik Agus Putrawan bersama Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak diharapkan mampu terus menjaga komitmen dalam memberantas peredaran narkotika dan menciptakan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat yang kondusif.
Artikel Sumber: Tim Group Komunitas Jurnalis Nusantara (KJN). (Abie)






