PROBOLINGGO, Nusantaraabadinews.com – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengamankan dua pelaku pengeroyokan yang terjadi di pinggir Jalan Raya Paiton–Situbondo, tepatnya di depan Sekolah MIN 1 Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Dua pemuda tersebut berinisial JBP (21) dan SS (19), keduanya merupakan warga Desa Sumberanyar, Paiton. Korban dalam insiden ini adalah MIZ (18), remaja asal Desa Randu Tatah, Paiton.
Akibat aksi brutal tersebut, korban mengalami luka robek cukup serius di bagian kepala sebelah kanan.

Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana, melalui Kapolsek Paiton AKP Maskur Ansori, menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula ketika korban tengah mengendarai sepeda motor bersama rekannya dari arah Kraksaan menuju Paiton.
“Sesampainya di depan MIN 1 Desa Karanganyar, rekan korban meminta untuk menepi. Tak lama kemudian, datang kedua pelaku dan langsung menghampiri korban,” ungkap AKP Maskur, Minggu (11/5/2025).
Cekcok sempat terjadi antara korban dan pelaku. Dalam situasi yang memanas itu, SS secara tiba-tiba melayangkan pukulan ke wajah dan kepala korban hingga terjatuh. Aksi kekerasan tidak berhenti di situ, JBP pun turut melakukan pengeroyokan terhadap korban.
Setelah kejadian, korban segera melapor ke Polsek Paiton. Berdasarkan laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan memanggil kedua pelaku untuk diperiksa.
“Setelah kami lakukan pemeriksaan, keduanya mengakui telah melakukan pengeroyokan. Saat ini mereka telah ditahan di Mapolres Probolinggo untuk proses hukum lebih lanjut,” tegas AKP Maskur.
AKP Maskur juga mengimbau masyarakat agar tidak takut melapor jika mengetahui atau menjadi korban aksi premanisme.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu melapor. Silakan hubungi Call Center 110 atau Hotline Halo Kapolres di nomor 0853-3633-8838. Setiap laporan akan kami tindaklanjuti dengan serius,” tambahnya.
Polres Probolinggo menegaskan komitmennya dalam memberantas tindak kekerasan dan premanisme di wilayah hukumnya demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.(**)






