SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Universitas Terbuka (UT) Surabaya mewajibkan pembentukan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur mulai 2025.
Kebijakan ini mengubah sistem pembelajaran jarak jauh yang semula bernama Pokjar (Kelompok Belajar).

Direktur UT Surabaya Dr. Suparti, M.Pd menjelaskan SALUT akan dilengkapi fasilitas lengkap seperti Sekretariat, Ruang kepala, Ruang tamu, Ruang layanan akademik
“Mahasiswa tak perlu lagi ke Surabaya untuk urusan akademik. SALUT juga akan ditempatkan di lokasi strategis seperti alun-alun,” jelas Suparti usai memimpin Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bersama perwakilan SALUT dari berbagi daerah di kampus UT Surabaya, Kamis (29/06/2025).
Menurut dia, keberadaan SALUT juga penting untuk promosi dan pemasaran UT di masyarakat. Pihaknya akan mendorong pembukaan SALUT di lokasi strategis seperti alun-alun kota agar lebih mudah diakses publik.
Saat ini, UT Surabaya telah memiliki SALUT di 18 kabupaten/kota. Dua daerah lainnya, yakni Kabupaten Sampang dan Ngawi, masih dalam proses pengembangan.
Dalam kesempatan itu, Suparti juga menyoroti tantangan yang dihadapi mahasiswa, terutama mereka yang kurang familiar dengan teknologi atau berusia lanjut.
Oleh karena itu, UT akan menyediakan panduan yang lebih jelas dan mudah diakses. Terkait target, ia menyebutkan pihaknya menargetkan jumlah mahasiswa UT Surabaya sebanyak 41.000 orang.
Saat ini jumlah mahasiswa sudah mencapai 37.000. Secara nasional, UT menargetkan 750.000 mahasiswa.
“Kami sedang bekerja keras untuk mencapai target ini dan semoga Allah memudahkan langkah kami,” kata Suparti.
Melalui Rakorda ini, UT Surabaya berharap dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan pendidikan tinggi terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.(**)






