SPMB SMAN Umbulsari Capai Tahap Akhir, Sekolah Fokus Pemenuhan Pagu

  • Whatsapp
Img 20250630 Wa0076

JEMBER, Nusantaraabadinews.com Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN Umbulsari, Jember, Jawa Timur, telah memasuki tahap akhir, yakni tahap pemenuhan pagu. Tahap ini menjadi peluang terakhir bagi calon peserta didik yang belum lolos dalam tiga jalur utama: afirmasi, prestasi akademik, dan domisili.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN Umbulsari, Wibisono, menjelaskan bahwa sistem seleksi tahun ini dibagi dalam tiga jalur utama. Jalur pertama adalah afirmasi bagi siswa dari keluarga tidak mampu, jalur kedua adalah prestasi akademik berdasarkan nilai rapor, dan jalur ketiga adalah domisili, yang kini dibagi menjadi dua kategori: reguler dan sebaran.

“Dari jalur domisili, 20 persen kuota kami sediakan untuk domisili reguler dan 15 persen untuk domisili sebaran. Sebaran ini memungkinkan masing-masing desa menyumbang 1–3 siswa di luar kuota reguler,” kata Wibisono, Senin (30/6).

Jika kuota dari ketiga tahap tersebut belum terpenuhi, sekolah melanjutkan ke tahap keempat, yaitu pemenuhan pagu yang dimulai pada 1 Juli. Pendaftaran ulang untuk siswa yang lolos pada tahap ini harus dilakukan pada hari yang sama hingga pukul 16.00 WIB.

Kendala terbesar yang dihadapi selama proses ini, menurut Wibisono, adalah terkait rayonisasi wilayah. Beberapa siswa yang secara geografis dekat dengan Umbulsari justru masuk rayon sekolah lain karena pembagian administratif, seperti siswa dari Karangduren yang masuk rayon Balung.

Img 20250630 Wa0077“Kadang rumahnya dekat ke Umbulsari, tapi tidak bisa memilih kami karena bukan rayon kami. Ini yang sering membuat masyarakat bingung,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa selama proses seleksi tahap 1 sampai 3, sekolah tidak memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang diterima. “Semua murni berdasarkan sistem. Kami hanya memantau dan mengikuti mekanisme yang sudah ditentukan oleh pemerintah,” ujarnya.

SMAN Umbulsari menargetkan menerima 324 siswa baru yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar (rombel), masing-masing terdiri dari 36 siswa. Harapannya, seluruh kuota bisa terpenuhi melalui tahap akhir ini.

Wibisono juga mengingatkan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap ketentuan sistem terbaru, seperti batas minimal satu tahun domisili untuk jalur domisili. “Tidak bisa lagi asal pindah KK ke rumah saudara atau kakek-nenek hanya untuk mengejar jarak. Sistem sudah mengantisipasi itu,” tegasnya.

Di tengah keterbatasan daya tampung sekolah negeri, ia mendorong masyarakat untuk juga mempertimbangkan sekolah swasta sebagai alternatif. “Tidak semua bisa tertampung di sekolah negeri. Kami harap masyarakat bisa legawa dan tetap mendukung pendidikan anak-anaknya lewat jalur lain,” tutupnya. (Erman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *