Terjunkan 1.133 Mahasiswa KKN di 11 Titik, UM Surabaya Dorong Hilirisasi Riset Inovasi ke Desa

  • Whatsapp
Img 20250722 Wa0018

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya resmi melepas 1.133 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025.

Pelepasan yang berlangsung Senin (22/07/25) di Gedung At-Tauhid Tower lantai 13 ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan, serta para mahasiswa.

Tahun ini, para mahasiswa KKN diterjunkan ke 11 lokasi strategis, yakni Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Siak (Riau), Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Nganjuk, Surabaya, Lamongan, dan Tuban.

Mengusung tema “Tumbuh Bersama Inovasi, Berdampak dan Berkelanjutan,” program KKN 2025 berfokus pada hilirisasi hasil riset mahasiswa yang telah dikembangkan selama masa studi, khususnya teknologi tepat guna yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat desa.

Beberapa inovasi yang akan diaplikasikan dalam program KKN tahun ini diantaranya Mesin penggoreng kacang berbahan drum, Alat destilasi serai menjadi minyak roll-on, Pengolah limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, Mesin pencacah pakan ternak, kompor dari limbah jelantah, Semprot hama otomatis dan pemantik tikus otomatis.

Kemudian Lampu desa bertenaga surya, aplikasi kesehatan berbasis web, Iron shovel pengolah sampah, alat pengering kerupuk samiler, mesin penggiling limbah kotoran kambing menjadi pupuk dan mesin komposer ramah lingkungan.

Rektor UM Surabaya, Dr. Mundakir menegaskan bahwa program KKN ini merupakan perwujudan dari komitmen universitas dalam menciptakan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa UM Surabaya tidak hanya menyelesaikan studinya di kampus, tetapi juga membawa inovasi yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Melalui KKN ini, riset dan inovasi mahasiswa tidak berhenti di laboratorium, melainkan dihilirisasi hingga ke desa-desa,” terang Mundakir.

Menurut Mundakir, KKN bisa dijadikan sebagai momen untuk aktualisasi kompetensi. KKN tidak hanya sekadar kewajiban akademik, tetapi menjadi ajang mahasiswa membuktikan kapasitas intelektual, keilmuan, dan kepemimpinan mereka di tengah masyarakat. Mereka ditantang untuk mengidentifikasi persoalan nyata dan menyusun solusi berbasis riset dan inovasi.

“Inilah aktualisasi dari nilai-nilai tridarma perguruan tinggi yang tidak hanya dipelajari di kelas, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sosial,” kata Mundakir.

Kepala LRIPM UM Surabaya, Arin Setyowati menambahkan bahwa KKN tahun ini menjadi langkah konkret dalam mempertemukan knowledge kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“Kami merancang KKN 2025 sebagai ajang kolaborasi mahasiswa lintas prodi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan riil di masyarakat dengan pendekatan inovatif. Kami juga menyiapkan pendampingan agar teknologi tepat guna yang dibawa mahasiswa benar-benar bisa diadopsi oleh warga,” terang Arin.

Selain berdampak langsung pada masyarakat desa, beberapa lokasi KKN luar negeri juga menjadi wadah diplomasi budaya dan intelektual mahasiswa Indonesia. Program ini juga diharapkan membuka peluang kolaborasi internasional, sekaligus memperluas wawasan sosial mahasiswa.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *